Konsolidasi Pilgub Jatim, Risma Bicara Kemerdekaan dan Hak Rakyat di Banyuwangi

Avatar of Redaksi
IMG 20240913 WA0060
Calon Gubernur Jatim Tri Rismaharini bersama kader PDIP di Banyuwangi, Jumat (13/9/2024). (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, kabarterdepan.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia yang sekaligus bakal calon Gubernur Jawa Timur Tri Rismaharini menghadiri konsolidasi pemenangan kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Banyuwangi, Jumat, (13/9/2024).

Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang disinggahi Risma usai safari politik Pilgub Jatim di berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Nganjuk, Mojokerto, Situbondo, Bondowoso dan beberapa titik lainnya.

Terkait program yang akan menjadi fokusnya jika terpilih memimpin Jawa Timur, hak anak untuk merdeka dalam menempuh pendidikan yang sebaik-baiknya akan ia perjuangkan.

“Jika anak kesulitan belajar sebab persoalan apapun, itu tidak fair untuk anak. Mereka harus merdeka untuk bisa belajar,” tutur Mantan Walikota Surabaya tersebut.

Risma menyinggung bagaimana ketimpangan yang terjadi, yaitu ketika Jawa Timur memiliki kekayaan alam melimpah namun tak dibarengi dengan kecerdasan pengelolaan yang berimbas pada tingkat kesejahteraan rakyat.

“Kita ada (tambang) emas, ada gas, ada kekayaan laut melimpah ruah. Kita harus cerdas mengelola,” tegasnya.

Menurutnya, kekayaan alam tersebut harus diolah dengan cerdas agar dapat dikembalikan ke rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan, sehingga rakyat juga merasakan hak atas kekayaan alam tersebut.

“Kekayaan alam Indonesia milik rakyat, pemerintah hanya penyelenggara. Kita mengembalikan hak rakyat agar mereka merasakan haknya,” tegasnya.

Sementara itu, sebelum bertemu dengan kader-kader PDIP, partai pengusungnya di Pilgub 2024 yaitu Partai Hanura dan Partai Ummat, serta pasangan calon bupati dan wakil bupati Banyuwangi yang diusung PDIP yaitu Ipuk Fiestiandani dan Mujiono, Risma lebih dulu blusukan di beberapa tempat di Banyuwangi.

Ia beralasan, ingin mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat sebagai tanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Aku jadi menteri juga ke pasar. Pulang naik bajaj, ingin tahu masalahnya apa. Allah memberi kepercayaan, aku jalankan dengan sebaik-baiknya,” tandas Risma. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page