Konfercab V GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Ahmad Serukan Regenerasi dan Kolaborasi

Avatar of Redaksi
IMG 20250721 WA0001
Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Gus Ahmad Saifullah, menyampaikan sambutan terakhirnya dalam Konfercab V GP Ansor Kota Mojokerto, Sabtu (20/07/2025)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mojokerto, Gus Ahmad Saifullah, resmi menyampaikan sambutan terakhirnya dalam Konferensi Cabang V GP Ansor Kota Mojokerto, Sabtu (20/07/2025).

Ia menegaskan bahwa organisasi harus terus hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman.

Konfercab V PC GP Ansor Kota Mojokerto ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti, Forkopimda Kota Mojokerto, Ketua Pengurus Pusat GP Ansor Koordinator Wilayah Sembilan Jawa Timur Haji Muhammad Hasan Bisri, para alim ulama, serta sahabat Ansor dan Banser se-PC GP Ansor Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Gus Ahmad menyebut bahwa Ansor bukan sekadar wadah kumpul pemuda, tetapi tempat menggagas dan melaksanakan perjuangan untuk kemaslahatan umat. Ia mengibaratkan Ansor harus seperti matahari, memberi manfaat tanpa memilih siapa yang pantas menerimanya.

“Ansor harus tetap berada pada jalur khidmahnya. Banser harus tetap pada jalur kesatuan komandonnya. Kita ini organisasi yang didirikan oleh para muassis untuk menjawab tantangan zaman dalam konteks keagamaan, kepemudaan, dan kemasyarakatan,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa ini merupakan momen terakhir dirinya berdiri sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto. Bukan karena pelanggaran, tetapi karena mendapat amanah baru dari Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur.

“Mei kemarin saya dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan Koperasi. Maka sesuai aturan organisasi, tidak boleh rangkap jabatan,” jelasnya.

Gus Ahmad menambahkan, dirinya tidak pernah mengejar jabatan. Ia justru mengaku berat meninggalkan Kota Mojokerto, namun memilih tunduk pada panggilan khidmah dan perjuangan. Ia menyampaikan rasa cintanya kepada GP Ansor dan berharap perjalanannya menjadi doa bagi semua.

“Saya lebih memilih tetap di Mojokerto, tapi ini panggilan khidmah. Maka tidak ada kata tidak bagi kami sebagai kader,” ungkapnya.

Ia juga menekankan agar konferensi tidak dimaknai semata sebagai ajang suksesi. Lebih dari itu, Konfercab adalah momentum evaluasi, kolaborasi, dan regenerasi yang berlandaskan keikhlasan.

“Saya pastikan, kalau niat jadi ketua hanya untuk hal-hal yang tidak pasti, maka sahabat akan kecewa. Nawaitu kita harus untuk khidmah, untuk barokah jabatan,” tegasnya.

Menurutnya, Ansor ke depan harus mengedepankan gagasan, bukan hanya dukungan. Organisasi perlu membangun inovasi yang memberi solusi konkret bagi umat dan masyarakat.

“Mari kita adu gagasan, mari kita adu kreativitas, dan mari kita bekerja sama menyatukan kekuatan. Bukan hanya internal, tapi juga membangun posisi Ansor di mata publik,” ucapnya.

Gus Ahmad juga berharap agar GP Ansor terus berkembang secara struktural. Ia menyebutkan bahwa dengan potensi Nahdlatul Ulama di Kota Mojokerto, membangun kantor yang lebih luas seharusnya bukan hal sulit.

“Setiap tahun kita diberikan anggaran. Maka saya mohon doanya, agar PC GP Ansor Kota Mojokerto ke depan bisa lebih besar lagi,” tuturnya.

Ia menutup sambutan dengan mengajak seluruh kader untuk terus bergerak dan menyatukan kekuatan.

“Maka saudara-saudara, mari kita adu gagasan, mari kita adu kreativitas, dan mari kita saling bekerja sama dalam merangkai bingkai-bingkai kekuatan dan kemampuan yang dimiliki Ansor, sehingga menjadi kekuatan yang utuh. Ansor tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memiliki posisi kuat secara eksternal di mata publik,” tegasnya. (Ceci)

Responsive Images

You cannot copy content of this page