
Jombang, Kabarterdepan.com – Aksi pencurian rokok dan uang receh di Pasar Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Tiga pria yang diduga menjadi komplotan spesialis pembobol toko berhasil ditangkap setelah identitas mereka dikenali melalui rekaman CCTV.
Ketiganya berasal dari Surabaya dan diketahui masih memiliki hubungan keluarga. Berdasarkan keterangan kepolisian, para tersangka ialah Marsam bin Marsudin (42), Marsai bin Marsudin (37), dan Mat Romseh bin Marsudin (31), warga Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
“Ketiganya sudah resmi kami tetapkan sebagai tersangka. Penanganan perkara masih dalam proses penyidikan,” ujar Kasihumas Polres Jombang, AKP Kasnasin, Sabtu (22/11/2025).
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa pembobolan toko sembako milik seorang pedagang bernama Budi itu terjadi pada Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Pencuri Bobol Toko dengan Alat Pemotong Baja
Rekaman CCTV memperlihatkan dua pelaku membuka paksa pintu toko menggunakan alat pemotong baja. Salah satu pelaku memakai topi dan baju hitam, sedangkan satu lainnya mengenakan sarung dan peci. Dalam rekaman terdengar percakapan berlogat Madura sebelum mereka masuk dan menguras isi toko.
Dari aksi tersebut, pelaku membawa kabur berbagai jenis rokok, di antaranya Surya 25 sebanyak 25 kaleng, rokok merek lain, uang koin Rp500 ribu, serta 12 boks korek api. Total kerugian ditaksir sekitar Rp4 juta.
Sehari kemudian, warga Pasar Cukir, Diwek, melihat tiga pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang mirip dengan pelaku dalam video CCTV yang sudah beredar.
Pada Rabu pagi (19/11/2025), dua di antaranya berhasil diamankan warga dan diserahkan ke polisi. Pengembangan penyelidikan mengarah pada pelaku ketiga yang ditemukan bersembunyi di rumah kos wilayah Blimbing, Gudo.
Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Huda, menjelaskan bahwa sebelum beraksi para pelaku datang ke pasar menggunakan motor Honda PCX dan Honda Beat.
Setelah memarkir kendaraan, mereka berjalan menuju toko sasaran dan membobol pintu menggunakan gunting baja. Barang curian dimasukkan ke kantong plastik hitam sebelum dibawa kabur.
“Saat diamankan, mereka tidak membawa identitas sama sekali. Ketiganya tinggal sementara di kos wilayah Gudo,” katanya.
Polisi kini mendalami kemungkinan komplotan tersebut terlibat kasus pencurian lain dengan modus serupa. Masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dengan ciri pelaku maupun pola kejadian yang sama diminta melapor ke kepolisian. (Karimatul)
