
Jombang, kabarterdepan.com – Guna meluruskan sejarah tempat dan tahun kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, pengelola Situs Persada Soekarno Kediri, serta sejumlah tokoh masyarakat Jombang menemui Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Surabaya.
Dalam pertemuan singkat yang berlangsung hangat tersebut, anggota TACB Jombang, Arif Yulianto, memaparkan hasil kajian sejarah yang menyebutkan Bung Karno lahir di Ploso, Kabupaten Jombang, pada 6 Juni 1902, di hadapan Menteri Fadli Zon.
Rombongan dari Jombang yang hadir di antaranya Ketua TACB Jombang Nasrul Ilah atau Cak Nas, anggota TACB Jombang Arif Yulianto, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Jombang Heru Cahyono, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri RM Kuswartono, serta tokoh masyarakat Jombang Joko Herwanto.
Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah atau Cak Nas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesediaan Menteri Kebudayaan RI menerima rombongan dari Jombang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri. Semoga pertemuan ini bisa menjadi katalisator penetapan Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang,” ujar Cak Nas, Selasa (23/12/2025).
Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung efektif, singkat, padat, dan substansial. Ia berharap Kementerian Kebudayaan RI dapat memfasilitasi pertemuan antara pihak Jombang dan Surabaya demi pelurusan sejarah kelahiran Bung Karno.
“Tabayyun dengan Surabaya itu yang kami harapkan bisa segera direalisasikan,” tambahnya.
Cak Nas juga mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan kali kedua dirinya bertemu Fadli Zon. Sebelumnya, sekitar tahun 2007, ia pernah mendampingi Fadli Zon saat berkunjung ke Yoni Gambar di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
“Ternyata beliau masih mengingat pertemuan itu,” ungkapnya.
Penyerahan Dokumen Kajian Situs Kelahiran Bung Karno
Sementara itu, anggota TACB Jombang Arif Yulianto menjelaskan, selain pemaparan, pihaknya juga menyerahkan sejumlah dokumen penting kepada Menteri Kebudayaan RI.
“Dokumen yang kami serahkan antara lain kajian TACB Jombang tahun 2024 tentang Situs Kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang, serta salinan kliping pemberitaan,” jelas Arif Yulianto.
Selain itu, turut diserahkan sejumlah buku yang memperkuat narasi sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, di antaranya Candradimuka karya Dian Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai Ibu Bangsa karya Prof. Nurinwa dkk., serta menemukan Bung Karno di Jombang karya Moch. Faisol.
Sejalan dengan pernyataan Ketua TACB Jombang, Arif Yulianto juga berharap Kementerian Kebudayaan RI dapat segera memfasilitasi pertemuan antara pihak Jombang dan Surabaya.
“Kami juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Jombang agar perjuangan pelurusan sejarah ini dapat memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (Karimatul Maslahah)
