
Bidgos, KabarTerdepan.com – Kisah pilu seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan bernama Agus Listianingsih yang bekerja di Kota Bidgos Polandi. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Singaraja Bali tersebut mengalmi koma setelah menjalani operasi amandel di sebuah rumah sakit di Polandia.
Agus Listianingsih divonis dokter mengalami Brain Vegetative atau hidup terbaring yang seperti bayi setelah operasi amandel. Keluarga TKI itu berharap bisa membawa pulang Agus Listianingsih ke Indonesia namun terkendala biaya sehingga meminta bantuan Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia.
Kisah pilu TKI itu diunggah oleh keluarganya di media sosial (Medsos) tiktok @halfajrian, Minggu (23/7/2023). Dalam video itu, Nampak ada dua perempuan di dalam satu ruangan rumah sakit. Keduanya mengenakan jilbab, yang terbaring di ranjang mengenakan jilbab warna hijau adalah Agus Listianingsih, sedangkan yang berdiri disampingnya mengenakan jilbab warna hitam yang diketahui bernama Dewi Rizkiawati, adik Agus Listianingsih
Dewi menceritakan kronologi musibah yang dialami kakaknya pasca operasi amandel. Pada tanggal 1 Februari 2023 kakaknya melakukan operasi amandel di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Bidgos Polandia. Setelah melakukan serangkaian tes maka dokter menjadwalkan hari itu dilakukan Tindakan operasi.
Kurang lebih pukul 13.00 hingga 14,00 siang waktu setempat, Agus Listianingsih ditindak dengan anastesi lokal. Setelah 30 menit dokter malakukan operasi, Agus Listianingsih dikembalikan ke ruang observasi. Namun tidak lama setelah operasi amandel itu Agus Listianingsih mengalami muntah darah dan kejang.
“Kurang lebih 10 menit hingga 15 menit kemudian kakak saya mengalami muntah darah yang cukup hebat dan mengalami kejang. Akibat dari muntah darah tersebut kakak saya mengalami henti jantung atau gagal napas yang mengakibatkan oksigen tidak bisa mengalir ke otaknya dan mengakibatkan kerusakan otak,” ujar dewi.
“Dokter rumah sakit menyatakann kakak saya koma dan akhirnya kakak saya dirawat empat bulan lamanya di intensive care sampai akhirnya dokter menyatakan bahwa kakak saya dalam kondisi Brain Vegetative atau kakak saya hidup tapi di sisi hidupnya kakak saya akan seperti bayi, yaitu tergantung kepada orang lain,” imbuhnya.
Kondisi Agus Listianingsihdi video itu memang cukup memperihatinkan. Ia hanya bisa terbaring tanpa bisa mengucap sepatah katapun. Mulutnya sesekali menguap yang kemudian ditutupi dengan tangan adiknya.
Dewi menambahkan, dokter rumah sakit dan para medis menyarankan agar Agus Listianingsih sebaiknya berkumpul bersama keluarga pulang ke Indonesia.
Namun hal itu sulit dilakukan karena terkendala biaya yang sangat besar. Untuk itu Dewi meminta bantuan kepada Presiden Jokowi dan kemeterian terkait untuk dapat membantu memulangkan kakaknya.
“Kami mohon kepada bapak Presiden Joko Widodo dan pemerintah Indonesia juga Kementerian Luar Negeri untuk dapat membantu kami membawa pulang saudara kami ke Indonesia. Saya mohon tanpa bantuan bapak presiden kami tidak akan bisa membawa pulang saudara kami karena biaya yang cukup besar. Kami pihak keluarga sudah sangat berusaha meminta bantuan ke sana kemari tapi sampai saat ini belum ada titik terang untuk kepulangan kakak kami,” harapnya. (*)
