Kepala Sekolah SMK di Kupang Desak Gubernur NTT dan Presiden Perbaiki Sekolah Reyot

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 05 13 at 09.37.23 cb39ab5e
Kepala sekolah SMKN 2 Amfoang Selatan. (@yuventiuskamil)

Kupang, Kabarterdepan.com Seruan haru dan penuh harapan datang dari pelosok selatan Indonesia. Kepala sekolah SMKN 2 Amfoang Selatan, Jeheskial Tanaos, mendesak perhatian langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, hingga Presiden Prabowo Subianto, terkait kondisi sekolah tempatnya mengabdi yang memprihatinkan.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok miliknya, @yuventiuskamil, pada Kamis (17/4/2025) lalu, Jeheskial memperlihatkan kondisi nyata SMKN 2 Amfoang Selatan yang terletak di Desa Ohaem, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, NTT.

Dinding sekolah hanya berupa anyaman bambu yang telah lapuk, jendela tak berdaun, atap seng karatan, dan lantai tanah tanpa alas. Tidak ada tanda-tanda kenyamanan ataupun keamanan yang layak bagi kegiatan belajar mengajar.

“Inilah keadaan sekolah kami di sini, Bapak lihat sendiri, sekolah ini dari bambu,” ujar Jeheskial dalam video tersebut.

“Mohon Bapak Gubernur atau Dinas Pendidikan Provinsi perhatikan sekolah ini karena kami mengajar untuk mencerdaskan anak-anak bangsa sehingga di kemudian hari anak-anak bisa jadi pemimpin,” lanjutnya.

Tak hanya kepada Gubernur NTT, permohonan serupa disampaikan Jeheskial kepada Presiden Prabowo Subianto. Dengan suara yang penuh emosi, ia menegaskan harapannya agar anggaran pendidikan dapat dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah di daerah tertinggal.

“Saya juga minta pada Bapak Presiden Prabowo supaya anggaran-anggaran itu jatuh ke Nusa Tenggara Timur dan berdirilah sekolah kami yang sederhana ini,” katanya.

Permohonannya kemudian menyita perhatian publik dan dibagikan ulang oleh berbagai pengguna media sosial. Warganet ramai-ramai menyoroti kontrasnya kondisi ini dengan kebijakan pusat, di mana Presiden Prabowo diketahui menggelontorkan anggaran dua triliun rupiah untuk pengadaan smart board atau papan tulis pintar. Sementara itu, di NTT, masih ada sekolah yang bahkan belum memiliki dinding layak.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan terhadap sekolah tersebut.

“Tahun ini akan diperbaiki. Tidak bisa sekali diperbaiki karena ruang fiskal Dinas Pendidikan NTT terbatas,” ujar Ambrosius, dilansir dari Floresa.

Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat banyak SMA dan SMK di NTT yang juga mengantri untuk perbaikan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar pada tahun 2025 untuk kebutuhan tersebut, namun jumlah itu belum cukup untuk mengatasi seluruh persoalan infrastruktur pendidikan yang ada di daerah terpencil seperti Amfoang Selatan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page