Kenali Gejala dan Pencegahan Mpox yang Mirip Cacar Air, dr. Alfian Beri Penjelasan

Avatar of Lintang
gejala dan pencegahan mpox
Podcast Kabar Terdepan dengan dokter Alfian, membahas mengenai gejala dan pencegahan Mpox (Nisa/Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Belakangan ini, Monkeypox (Mpox) menjadi isu penyakit yang ramai dibicarakan. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada (14/8/2024) telah menetapkan Monkeypox (Mpox) sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC).

Mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sebuah virus yang ditularkan kepada manusia oleh hewan yang terinfeksi, tetapi bisa juga ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik jarak dekat.

“Monkeypox adalah penyakit cacar yang bermula dari tahun 1958 di Swedia, ada kera yang mengalami suatu kondisi seperti cacar, kemudian oleh peneliti menamai penyakit tersebut sebagai monkeypox,” jelas dr. Alfian Chandiardy, M. Psi kepada Kabar Terdepan dalam Rubrik Kesehatan.

Dokter Alfian menambahkan, pada 1970 lalu, ditemukan kasus Mpox yang menyerang manusia di Republik Demokratik Kongo. Sehingga, pada saat itulah cikal bakal penamaan penyakit Monkeypox.

“Gejalanya seperti cacar, tetapi kalau Mpox ada benjolan yang bernanah di leher, ketiak, dan selangkangan. Lalu kalau cacar itu menyebar ke seluruh tubuh dan muka, kalau Mpox penyebarannya di wajah, tangan, kaki, dan area genital yang terasa lebih nyeri,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, lanjut dr Alfian, sejak 2022 hingga saat ini dikonfirmasi terdapat 88 kasus Mpox di Indonesia.

“Jika dilihat dari peta persebarannya, terbesar di DKI Jakarta. Kemudian di Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur,” imbuhnya.

Secara rinci, kasus tersebar di DKI Jakarta sebanyak 59 kasus konfirmasi, Jawa Barat 13 kasus konfirmasi, Banten 9 konfirmasi, Jawa Timur 3 konfirmasi, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 konfirmasi, dan Kepulauan Riau 1 konfirmasi.

Pahami Gejala dan Pencegahan MPOX

Perlu diketahui oleh masyarakat, dr. Alfian menjelaskan, Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual.

“Secara statistik, sebanyak 95 persen penularan Mpox karena berhubungan seksual. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis, berisiko tinggi tertular Mpox,” tutur dokter Alfian.

Dokter Alfian menegaskan, keterkaitan Mpox dengan hubungan seksual dinilai sangat kuat imbas dari kontak fisik yang sangat erat, antara kulit dengan kulit. Tak hanya itu, percikan cairan bersin dan batuk juga bisa menjadi media penularan penyakit Mpox.

“Misalnya batuk dan bersin ada cipratan, kalau cipratan tersebut bersentuhan langsung dengan kulit orang lain maka dapat tertular. Penularan Mpox tidak melalui media udara, tetapi kontak langsung dengan kulit,” jelasnya.

Berbicara mengenai gejala, lanjutnya, ciri-ciri seseorang yang terpapar Mpox ditandai dengan demam, sakit kepala, sakit badan, kurangnya nafsu makan, batuk, timbul kemerahan pada kulit, serta benjolan.

“Tubuh seperti sakit panas, ada perubahan kulit, serta adanya kelenjar getah bening dan terasa lebih nyeri daripada cacar air. Mpox ini kan virus ya, setiap virus tentunya imunitas tubuh sangat berpengaruh. Imun turun lebih mudah terkena, tapi kalau imunnya bagus bisa lebih tahan dari Mpox,” ujar dr. Alfian.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan hand sanitizer ketika di tempat keramaian. Selain itu, penting untuk segera membersihkan diri dan mencuci pakaian setelah keluar rumah.

“Ketika tanpa sengaja kontak dengan penderita Mpox, sebaiknya segera mandi, makan bergizi, dan segera periksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengawasan. Jangan lupa untuk vaksinasi juga,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page