Kemendikdasmen Umumkan Coding dan AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan di SD 2025, Inovasi Digital atau Tantangan Berat bagi Siswa?

Avatar of Redaksi
7B388C3D F9FD 4BC2 9F78 B1ECC8CCFFAE
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti Memperkenalkan Pembelajaran Pemrograman (sering disebut dengan istilah coding) dan AI (Artificial Intelligence) Sebagai Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Opini, Kabarterdepan.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana memperkenalkan pembelajaran Pemrograman (sering disebut dengan istilah coding) dan AI (Artificial Intelligence) sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2025-2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti ia berharap langkah ini dapat didukung kementerian lain terutama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

“Pendidikan coding dan Artificial Intelligence yang mulai semester depan akan menjadi kurikulum atau mata pelajaran pilihan di sekolah (bisa) mendapat dukungan dari Ibu Menkomdigi,” tutur Mu’ti dalam acara Peluncuran Album Lagu ‘Kicau’ di area Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Minggu (2/2/2025).

Kedua mata pelajaran ini menjadi upaya Kemendikdasmen untuk membangun generasi yang unggul. Terutama dalam hal menguasai teknologi dan mampu menggunakannya untuk hal-hal yang positif.

“Mudah-mudahan kita bisa terus bersinergi untuk membangun generasi yang tidak hanya menguasai teknologi tapi juga menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif, hal-hal yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Langkah tersebut ditenggarai bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi era digital yang semakin kompleks. Sebab di era digital yang berkembang pesat, keterampilan coding atau pemrograman komputer telah menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting.

Banyak negara dan lembaga pendidikan telah mengintegrasikan pelajaran coding ke dalam kurikulum mereka dengan harapan untuk mempersiapkan generasi mendatang menghadapi tantangan masa depan.

Namun, apakah benar bahwa belajar coding merupakan inovasi yang akan membawa kita menuju masa depan yang cerah, ataukah ini justru beban baru bagi siswa dan pendidik?

Perjalanan Coding-AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan

WhatsApp Image 2025 02 11 at 23.55.09 8bc43da6
Ilustrasi Pembelajaran Coding dan AI (Artificial Intelligence) (Freepik)

Wacana penerapan mata pelajaran coding dan AI hadir pertama kali dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Di depan para Kepala Dinas Pendidikan dalam Rapat Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan November 2024 lalu, Gibran meminta siswa tingkat SD atau SMP dibekali pelajaran coding.

Pelajaran coding di SD bukan sekadar menambah materi ajar, melainkan sebuah investasi penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi dunia yang terus berkembang. Dengan mengajarkan coding sejak dini, kita memberikan mereka alat yang sangat berharga untuk masa depan, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pelajaran coding membantu mengasah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, ketekunan, dan kemampuan berkolaborasi yang akan berguna sepanjang hidup mereka. Dengan demikian, memperkenalkan coding di SD adalah langkah penting untuk mencetak generasi yang siap menghadapi dunia digital.

Inovasi Masa Depan Membuka Pintu Peluang Baru

Coding dianggap sebagai salah satu keterampilan paling penting yang akan menentukan kemampuan individu dalam memasuki pasar kerja di masa depan. Menurut sebuah laporan oleh World Economic Forum (WEF), keterampilan coding diperkirakan akan semakin dibutuhkan pada hampir semua industri, mulai dari teknologi, keuangan, hingga sektor kesehatan dan pendidikan.

Dengan semakin banyaknya pekerjaan yang mengandalkan teknologi dan otomatisasi, kemampuan untuk memahami dan menulis kode menjadi keuntungan besar dalam dunia kerja.

Selain itu, coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan problem-solving. Proses menulis kode mengajarkan bagaimana memecahkan masalah kompleks secara sistematis, yang bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa belajar coding sejak usia dini bisa meningkatkan kemampuan matematika dan logika siswa. Hal ini membuat coding lebih dari sekadar keterampilan teknis, tetapi juga sarana untuk meningkatkan keterampilan kognitif yang lebih luas.

Para pendukung coding juga menyoroti potensi sektor teknologi yang terus berkembang pesat. Startup teknologi, kecerdasan buatan, dan inovasi-inovasi digital lainnya membuka peluang karier yang sangat luas bagi mereka yang terampil dalam coding.

Dengan semakin banyaknya startup dan perusahaan teknologi yang beroperasi di berbagai bidang, keterampilan coding memungkinkan individu untuk terlibat dalam penciptaan solusi baru yang dapat memajukan berbagai sektor kehidupan.

Beban Baru Tantangan bagi Siswa dan Sistem Pendidikan

Namun, meskipun potensi manfaatnya begitu besar, pengenalan pelajaran coding di sekolah-sekolah juga memunculkan beberapa tantangan. Salah satunya adalah beban tambahan bagi siswa dan guru. Banyak siswa, terutama di tingkat dasar, sudah dihadapkan pada berbagai mata pelajaran yang memerlukan perhatian serius.

Menambahkan coding sebagai bagian dari kurikulum utama bisa menjadi beban tambahan yang mempengaruhi kualitas pembelajaran mereka dalam mata pelajaran lainnya.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa meskipun coding memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, tidak semua siswa memiliki minat atau bakat yang sama dalam bidang ini, yang bisa membuat mereka merasa frustrasi dan terbebani.

Beban ini juga dirasakan oleh guru. Untuk mengajarkan coding dengan baik, guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep pemrograman dan keterampilan teknologi. Kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru dalam bidang ini dapat membuat pengajaran coding menjadi tidak efektif.

Pada kenyataannya, banyak guru yang masih merasa kesulitan untuk mengintegrasikan coding dalam pelajaran sehari-hari karena keterbatasan fasilitas dan pelatihan yang ada. Selain itu, pembelajaran coding yang terlalu difokuskan pada teori bisa mengarah pada pengajaran yang tidak kontekstual dengan dunia nyata. Ini berpotensi membuat siswa merasa coding tidak relevan dengan kehidupan mereka.

Jika tidak diajarkan dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif, coding bisa menjadi pelajaran yang sulit dipahami dan diikuti, yang justru menambah kecemasan dan tekanan pada siswa.

Mencapai Keseimbangan Peran Coding dalam Kurikulum Pendidikan

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, tidak dapat dipungkiri bahwa coding akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan.

Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana sistem pendidikan dapat mengintegrasikan coding tanpa membebani siswa dan guru. Ini membutuhkan pendekatan yang bijaksana, di mana coding bukan hanya dipelajari sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai alat untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Penting bagi pengajaran coding untuk disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuan siswa. Pembelajaran coding yang menyenangkan dan aplikatif, seperti melalui proyek-proyek kreatif atau permainan edukatif, dapat membuat coding lebih menarik bagi siswa dan lebih mudah dipahami. Selain itu, pelatihan dan dukungan yang cukup bagi guru juga sangat krusial agar mereka dapat mengajar coding dengan efektif.

Keterampilan coding juga perlu dipandang sebagai salah satu keterampilan dasar abad ke-21, yang harus dikembangkan bersamaan dengan keterampilan lainnya, seperti literasi media dan kolaborasi. Alih-alih memaksakan coding sebagai kewajiban tambahan yang membebani, sekolah dapat memfokuskan pada pengembangan keterampilan teknologi secara menyeluruh yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.

Pelajaran coding bukan hanya sebuah inovasi untuk mempersiapkan siswa menghadapi masa depan, tetapi juga sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan hati-hati. Jika diimplementasikan dengan cara yang bijaksana, coding dapat menjadi keterampilan yang memberdayakan generasi mendatang, membuka peluang baru dalam dunia kerja, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Namun, jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa serta didukung dengan pelatihan yang cukup bagi guru, coding bisa menjadi beban tambahan yang tidak efektif.

Sehingga, kunci keberhasilan integrasi coding dalam kurikulum pendidikan terletak pada penciptaan keseimbangan yang tepat antara inovasi dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page