Kematian Tragis Remaja 12 Tahun Karena Alergi Minuman di Kafe

Avatar of Redaksi
IMG 20250131 204456
Mia, Remaja 12 Tahun Yang Tewas Usai Minum Milkshake di Kafe (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Internasional, Kabarterdepan.com – Kisah tragis yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 12 tahun, Mia St Hilaire, menjadi peringatan penting tentang betapa bahayanya alergi makanan dan pentingnya perhatian terhadap keamanan pangan di tempat makan.

Mia, yang mengalami alergi terhadap kacang, meninggal dunia setelah meminum milkshake di sebuah kafe di London pada Agustus 2023.

Insiden ini terjadi karena keteledoran seorang pegawai kafe yang tidak membersihkan blender dengan sempurna setelah digunakan untuk membuat milkshake yang mengandung kacang hazelnut dan almond pada pesanan sebelumnya.

Blender yang digunakan untuk membuat milkshake Mia seharusnya dibersihkan terlebih dahulu, tetapi pegawai kafe, Baris Yucel, gagal melakukan itu.

Akibatnya, milkshake yang disajikan untuk Mia mengandung jejak kacang yang sangat berbahaya bagi tubuhnya.

IMG 20250131 204643
Ilustrasi Minuman Milkshake (Freepik)

Ketika Mia meminum milkshake tersebut, ia mengalami reaksi alergi yang parah, yang dikenal sebagai anafilaksis, yaitu suatu kondisi medis yang mengancam jiwa.

Anafilaksis menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan penyempitan saluran udara, yang menghalangi pernapasan.

Gejalanya meliputi denyut nadi yang cepat dan lemah, ruam kulit, mual, dan muntah, dan jika tidak segera diobati dengan suntikan epinefrin, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Meski upaya penyelamatan dilakukan segera setelah Mia menunjukkan gejala alergi, nyawanya tidak dapat diselamatkan, dan ia dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kematian Mia meninggalkan luka yang sangat dalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Orang tua Mia, Adrian dan Chanel, dalam sebuah pernyataan mengungkapkan betapa mereka terus memikirkan anak mereka setiap hari.

Mereka merasa sangat hancur karena kematian Mia yang bisa saja dihindari dengan langkah yang sangat sederhana, yaitu dengan memastikan blender dibersihkan dengan benar sebelum digunakan untuk membuat pesanan berikutnya.

“Kami merasa kepergian Mia sangat menghancurkan karena itu bisa saja dihindari dengan tindakan yang mudah,” kata mereka.

IMG 20250131 204509
Pihak Kafe Dinyatakan Bersalah Atas Meninggalnya Mia (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Pada Desember 2024, pengadilan memutuskan bahwa Baris Yucel, pegawai kafe yang bertanggung jawab atas insiden ini, dinyatakan bersalah atas kelalaian yang menyebabkan kematian Mia.

Yucel dikenakan enam tuntutan pidana terkait dengan Undang-Undang Keamanan Pangan, karena gagal mengidentifikasi risiko yang berhubungan dengan kontaminasi silang alergen dalam makanan yang disajikan kepada pelanggan.

Pengadilan juga memutuskan bahwa kafe tempat Yucel bekerja harus membayar denda sebesar £18.000 (sekitar Rp 364 juta) sebagai akibat kelalaian tersebut.

Selain itu, pemilik kafe tersebut diberi hukuman berupa 100 jam pelayanan masyarakat.

Rekaman dari kamera pengawas (CCTV) menunjukkan bahwa Yucel tidak membersihkan blender dengan benar sebelum menyiapkan milkshake untuk Mia, yang jelas merupakan kelalaian yang mengarah pada tragedi tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian luas, dan orang tua Mia berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Mereka menekankan bahwa pemilik dan pegawai kafe serta restoran harus lebih serius dalam memperhatikan masalah keamanan pangan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi makanan.

“Keamanan pangan adalah hal yang sangat penting. Ada konsekuensi besar yang bisa terjadi jika masalah ini diabaikan, dan itu dapat merenggut nyawa,” ujar mereka.

Dalam hal ini, kematian Mia seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak, baik itu pengelola kafe, restoran, maupun pelanggan, untuk selalu memperhatikan dengan serius adanya risiko alergi makanan.

Meskipun alergi makanan sering kali dianggap sepele, kenyataannya bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan hati-hati dan teliti.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya edukasi dan prosedur yang ketat dalam menangani bahan makanan yang berpotensi menimbulkan reaksi alergi. (Tantri*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page