
Kabupaten Mojokerto, KabarTerdepan.com – Penyakit Demam Beradarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto dinilai mengalami penurunan sejak awal musim kemarau.
Sejak awal musim kemarau bulan mei 2023 Kabupaten Mojokerto mengalami kasus penurunan DBD hingga saat ini.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, sejak awal bulan mei 2023 sampai sekarang setiap bulannya masih ada kasus DBD, Namun kasusnya tidak meningkat drastis.
“Dari awal bulan Mei sampai bulan oktober ini ada penurunan. Memang ada kasus DBD tapi tidak meningkat drastis,” terang Agus, Sabtu (21/10/2023).
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto yang tercatat kasus DBD dari bulan Januari 41 kasus, bulan Februari 35 kasus, bulan Maret 25 kasus, bulan April 25 kasus, bulan Mei 20 kasus, bulan Juni 26 kasus, bulan Juli 13 kasus, bulan Agustus 8 kasus, dan bulan September ada 5 kasus. Total keseluruhan 189 kasus.
Dr Agus Dwi Cahyono juga mengatakan, biasanya mengalami kenaikan kasus DBD di bulan November, Desember. Sedangkan puncaknya kasus DBD pada bulan Januari dan Februari.
Masih kata Agus, penyakit DBD tidak mengenal musim, jadi baik musim kemarau ataupun musim penghujan harus menjaga kebersihan.
“Paling penting harus menjaga kebersihan agar tidak terkena penyakit DBD,” tambah Agus.
Menurunnya kasus Penyakit DBD ini karena digencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Agus kembali mengatakan pihaknya juga sudah melakukan fogging atau pengasapan pada sarang-sarang nyamuk Aedes Aegypti, dan yang paling penting secara Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebab Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga kurang efektif dalam pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti.
“Fogging sekarang dari Puskesmas sudah ada. Selain Fogging harus juga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” pungkas Agus. (*)
