Kapolri Dorong Optimalisasi Potensi Sawit dan Cegah Kebocoran Anggaran Negara

Avatar of Redaksi
IMG 20250113 WA0039 scaled
Potret Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Jakarta, Kabarterdepan.com – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri pelatihan peningkatan kemampuan penyidik dan penyidik pembantu terkait tindak pidana di sektor perkebunan dan kehutanan.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan pentingnya pelatihan tersebut untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mencegah potensi kebocoran anggaran negara.

Kapolri menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah membentuk Satgas khusus yang terdiri dari Dewan Pengarah dan Satgas Pelaksana, dengan melibatkan Kejaksaan, Menteri Pertahanan sebagai Dewan Pengarah, serta BPKP, Kejaksaan, dan TNI-Polri di dalam strukturnya.

“Tujuan dari satgas tersebut tentunya adalah bagaimana supaya negara bisa mendapatkan pendapatan yang optimal, dari sisi-sisi yang menurut catatan dari pemerintah dari BPKP masih ada potensi-potensi kebocoran yang harus dimaksimalkan,” kata Listyo Sigit, Senin (13/1/2025).

Presiden Prabowo, lanjut Kapolri, kerap menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal, Indonesia memiliki peluang menjadi negara besar. Namun, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan berupa ketidakefisienan penggunaan anggaran sebesar 30%.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri meminta Polri berperan aktif dalam menekan ketidakefisienan dan memaksimalkan potensi sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan penerimaan negara.

“Kita berbicara khusus terkait dengan masalah sawit ataupun keterlanjuran sawit, dan ini saya kira masuk di dalam Asta Cita Bapak Presiden khususnya ke-5, di mana Indonesia ke depan ingin melanjutkan hilirisasi namun di satu sisi juga meningkatkan nilai tambah dalam negeri,” papar Listyo Sigit.

Menurut Kapolri, jika potensi sawit dimaksimalkan, sektor ini berpotensi menghasilkan investasi sebesar US$618,1 juta, ekspor Rp857,9 miliar, pertumbuhan ekonomi Rp235,9 miliar, dan peningkatan lapangan kerja. Selain itu, Indonesia saat ini menjadi produsen sawit terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 47 juta ton atau 59,26% dari total produksi global.

Kapolri berharap Indonesia dapat memimpin dan menguasai pasar dunia di sektor sawit. Ia juga menekankan pentingnya peran Polri dalam Satgas untuk memastikan kebijakan Presiden Prabowo berjalan optimal.

“Jadi ini yang tentunya menjadi arah dan kebijakan Bapak Presiden dan harapannya Polri yang saat ini diajak untuk masuk di satgas betul-betul bisa melaksanakan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden ini dengan maksimal,” tutup Listyo Sigit. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page