Kanwil DJP Jatim II Helat BDS dan Market Day Bareng Puluhan Pelaku UMKM di Sidoarjo

Avatar of Jurnalis: Setyawan
IMG 20241102 081815
Kemeriahan rangkaian acara BDS dan Market Day jajaran Kanwil DJP Jatim II, Jumat (1/11/2024). (Eko Setyawan/Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com Inilah kolaborasi apik Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II, bareng KPP Madya Sidoarjo dan KPP Sidoarjo Barat, Jumat (1/11/2024). Menggelar rangkaian acara Business Development Services (BDS) dan Market Day.

Ada puluhan pelaku UMKM di Kota Delta (sebuatan Kabupaten Sidoarjo) memeriahkan acara rutinan kantor pajak tersebut. Acara itu, diharapkan memotivasi dan pengembangan pelaku UMKM.

“Acaranya seru. Semoga melalui acara ini menjadi ajang promosi produk kami dikenal masyarakat luas,” kata seorang peserta, Sopia Ratnasari, penjual minuman Quen Dawet, di sela acara tersebut.

“Terima kasih, ini sudah memberi kami peluang memperkenalkan produk. Dan stand yang disediakan bagus,” kata Listi Ardhannari, Owner Catering Huh Hah, ikut memberi apresiasi.

Jumat pagi itu, cuaca sedikit gerimis, tapi tidak menyurutkan peserta dan pengunjung meramaikan acara. “Banyak produk kualitas di sini. Semoga pelaku UMKM semakin sukses dan berkembang dengan baik,” ujar seorang pengunjung, Edho.

Rangkaian acara itu, juga diisi dengan pembekalan pengetahuan tentang strategi pemasaran melalui media sosial (medsos), oleh soerang narasumber Hari Pureanto, yang sekaligus Profesional Chef, Content Creator, dan Brand Ambassador.

Dalam tema Kuasai Pemasaran Digital, Menangkan Masa Depan dan Optimalisasi Media Sosial TikTok Jadi Cuan, Hari, ingin para UMKM paham dan tahu strategi pemasaran digital.

Sehingga, usaha tetap bisa bertahan dan berkembang di tengah gempuran pemasaran digital yang masif. Serta bisa meningkatkan omsetnya. “Sebagai pelaku UMKM, kini perlu melek digital. Juga perlu membangun brand awarness,” pesannya.

Kepala Kanwil DJP Jatim II Agustin Vita Avantin menyampaikan, rangkaian acara itu merupakan bentuk pelaksanaan kemitraan strategis, antar kantor pajak dengan Wajib Pajak (WP) khususnya pelaku UMKM.

Sekaligus, sarana edukasi bagi WP pentingnya kesadaran dalam menjalankan kewajiban perpajakannya. “UMKM dapat menjadi contoh pelaku usaha patuh pajak. Setelah berkembang dan besar skala usaha itu, bisa berkontribusi kepada negara sesuai dengan kewajibannya,” kata Vita.

Menurutnya, UMKM yang patuh dapat menjadi model usaha yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan memperluas basis pajak lebih merata.

Selain itu, kepatuhan UMKM memiliki peranan begitu besar dalam pembangunan nasional, serta ikut menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. “Pun mendukung DJP Kuat, APBN Kuat, Indonesia Sejahtera,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan itu ditutup dengan seminar tentang Pajak UMKM fi Era Digital, yang diisi oleh pemateri dari Fungsional Penyuluh Pajak Arif Anwar Yusuf. Juga diisi osialisasi tentang Coretax, sistem aplikasi perpajakan yang akan dimanfaatkan awal tahun 2025.

Untuk diketahui, bahwa Kanwil DJP Jawa Timur II mempunyai 482 UMKM mitra Kantor Pelayanan Pajak yang tersebar di Jawa Timur termasuk di Pulau Madura. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page