
Surabaya, Kabarterdepan.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, tampil sebagai keynote speaker mewakili Wakil Gubernur Jatim dalam Seminar Nasional Karsa Nusantara yang digelar di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Rabu (18/6/2025).
Seminar yang mengusung tema “Kolaborasi Rekayasa dan Sains Nasional untuk Teknologi, Riset, dan Kecerdasan Buatan” ini menjadi wadah penting pertukaran ide antara akademisi, praktisi, dan inovator dari berbagai bidang ilmu.
Sebagai pembuka, Sherlita menegaskan bahwa peningkatan penetrasi internet di Jawa Timur yang kini mencapai 81,79% menurut data APJII membuka peluang besar bagi pemanfaatan teknologi cerdas, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Teknologi AI kini semakin relevan dan potensial untuk mendukung aktivitas akademik dan layanan publik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Diskominfo siap mendukung kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk UWK, melalui program seperti Cerdas Digital (Cerdig), literasi digital, dan Open Data,” ungkap Sherlita.
Kehadiran Sherlita dalam seminar ini tak hanya mewakili pemerintah, tetapi juga menandai pentingnya peran strategis institusi publik dalam membangun sinergi antara sektor pendidikan dan kebijakan digital.
Ia mendorong agar perguruan tinggi menjadi katalisator dalam menyebarkan teknologi positif yang adaptif dan inklusif, terutama dalam menghadapi era transformasi digital yang sangat dinamis.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Dr. Ir. Adies Kadir, yang turut menjadi keynote speaker, menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era Society 5.0 yang ditandai dengan kehadiran AI di hampir seluruh aspek kehidupan.
“Teknologi ini tidak hanya menciptakan kemudahan, tapi juga menimbulkan tantangan baru terkait etika dan hukum. Riset dari kalangan kampus sangat dibutuhkan untuk merespons dampak sosial dari perkembangan AI,” ujarnya.
Seminar ini menjadi ruang penting untuk membangun jaringan kolaboratif antarbidang dari rekayasa, sains, teknologi informasi, hingga hukum dan sosial demi mempercepat adopsi teknologi yang berdaya guna serta berkelanjutan. (ADV)
