
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta memberikan kegiatan kepada pelajar melalui Jogja Game Festival.
Tidak hanya mempertandingkan sejumlah gim, aspek pembinaan karakter juga ditekankan dalam penyelenggaraanya.
Kabid Industri Pariwisata Dispar Kota Yogyakarta Cesaria Eka Yulianti menyampaikan pembinaan yang diberikan dalam bentuk emosional dan mental.
Hal itu juga menanggapi respon Presiden Prabowo Subianto yang ingin agar gim berunsur kekerasan untuk dibatasi, buntut ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta.
Jogja Game Festival
Kompetisi Jogja Game Festival tersebut nantinya juga mempertandingkan game bergenre kekerasan seperti Free Fire dan Mobile Legend.
“Sebenarnya pembatasnnya kita kolaborasi dengan teman-teman Disdikpora dan menanyakan kepada yang lebih tahu, kemudian ada komunitasnya E-Sport Indonesia tentang pembinaannya seperti apa,” ujarnya saat diwawancarai di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo San) Kota Yogyakarta, Rabu (12/11/2025).
“Gim juga kita pilihkan supaya tidak mengganggu anak-anak dan ini ada pilihan E-Sportnya ada board game. Kita juga menunjukkan ada juga yang menarik permainan non-gadget, kita coba ratakan kepada mereka,” jelasnya.
Di satu sisi E-sport, menurut Cesaria, tidak bisa dikesampingkan di tengah berbagai manfaat yang diberikan seperti menstimulasi otak dan membantu dalam mengontrol emosional jika dimanfaatkan dengan baik.
“Melalui E-sport juga bisa membantu kota dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Terlebih kondisi saat ini, bagaimana mewadahi wisatawan tidak hanya melalui event musik dan sebagainya, jadi anak-anak juga perlu dipikirkan,” terangnya.
Dispar Kota Yogyakarta menyebut rencana kegiatan ini diselenggarakan pada bulan Oktober, namun karena sejumlah penyelarasan sehingga dilaksanakan bulan November.
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto ingin membatasi game online yang memiliki unsur kekerasan buntut ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading oleh seorang siswa.
“Bagaimana mereka mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari Gim online yang kurang baik,” katanya.
Pihaknya tidak memungkiri, pelaku peledakan di SMAN 72 Kelapa Gading salah satunya disebabkan oleh permainan. (Hadid Husaini)
