Jelang Hari Berita Sedunia,100 Negara Kompak Gaungkan Kampanye Global “Pilih Kebenaran”

Avatar of Redaksi
Anggota AMSI Jatim, Kabar Terdepan turut mendukung World News Day / Hari Berita Sedunia dengan tema Pilih Kebenaran yang akan jatuh pada Minggu 28 September 2025 mendatang (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Anggota AMSI Jatim, Kabar Terdepan turut mendukung World News Day / Hari Berita Sedunia dengan tema Pilih Kebenaran yang akan jatuh pada Minggu 28 September 2025 mendatang (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Selasa (23/9/2025) menjadi momentum penting bagi dunia jurnalisme. Lebih dari 100 negara, ratusan organisasi berita, asosiasi media, hingga tokoh pers internasional resmi meluncurkan kampanye global bertajuk “Pilih Kebenaran”.

Gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Berita Sedunia (World News Day) yang jatuh pada 28 September 2025.

Kampanye ini digagas oleh Forum Editor Dunia WAN-IFRA bersama Yayasan Jurnalisme Kanada (CJF). Tahun ini, tema besar yang diangkat adalah Choose Truth atau Pilih Kebenaran, sebuah seruan moral agar publik hanya mempercayai jurnalisme berbasis fakta di tengah derasnya arus misinformasi dan disinformasi global.

Dukungan Tokoh Pers Dunia

Pendiri Hari Berita Sedunia sekaligus Pemimpin Redaksi The Globe and Mail, David Walmsley, menegaskan momen ini menjadi refleksi penting atas peran jurnalis.

“Hari Berita Sedunia menawarkan kesempatan untuk merenungkan betapa pentingnya jurnalis independen dan berani di tiap negara. Karya mereka adalah bukti yang selalu berpihak pada kebenaran,” ujarnya.

Senada, Presiden WAN-IFRA sekaligus CEO Ringier Media Swiss, Ladina Heimgartner, menekankan bahwa kebenaran bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi demokrasi.

“Dengan ‘Pilih Kebenaran’, kami mengingatkan kembali bahwa tugas jurnalis adalah menyediakan berita akurat, tepercaya, dan independen. Di tengah banjir misinformasi, tanggung jawab ini jauh lebih penting dari sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, pendiri Daily Maverick Branko Brkic bersama peraih Nobel Maria Ressa menulis artikel khusus untuk kampanye ini. Mereka menegaskan bahwa meski kebisingan dan kekerasan kerap mendominasi ruang publik, pada akhirnya kebenaran akan tetap menjadi pegangan umat manusia.

Asosiasi Media Dunia Bersatu

WAN-IFRA, sebagai organisasi pers global dengan 3.000 penerbit berita, 60 asosiasi, dan 18.000 publikasi dari 120 negara, menjadi motor penggerak kampanye ini. Sementara CJF berkontribusi lewat program penghargaan, beasiswa, hingga forum dialog jurnalisme di Kanada.

Tak hanya itu, Proyek Kontinuum – inkubator kampanye yang dipimpin Branko Brkic – turut melahirkan Choose Truth sebagai cetak biru kerja sama media global di masa depan.

Indonesia Ikut Terlibat “Pilih Kebenaran”

Di Indonesia, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan seluruh anggotanya, termasuk media siber nasional maupun lokal, aktif berpartisipasi. Dukungan diwujudkan melalui publikasi konten kampanye Pilih Kebenaran di berbagai platform media sosial, sebagai pengingat publik untuk mendukung media tepercaya.

Momentum Melawan Disinformasi

Hari Berita Sedunia yang diperingati setiap 28 September sejatinya bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah gerakan global melawan racun informasi. Lewat kampanye ini, masyarakat dunia diajak untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi, serta memperkuat peran media sebagai penjaga demokrasi.

“Kebisingan dan kekerasan akan mereda. Perbincangan berdasarkan kebenaran dan kesopanan akan kembali. Untuk saat ini, kita berjuang – setiap saat, setiap jam, setiap hari… Kita akan membela kebenaran,” tulis Maria Ressa dan Branko Brkic.

Hari Berita Sedunia bukan hanya milik jurnalis, tapi juga publik. Dengan memilih kebenaran, kita ikut menjaga masa depan demokrasi dan memastikan informasi yang beredar tetap sehat serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Responsive Images

You cannot copy content of this page