Jejak Inpres Tahun 1974, KUD di Blora Tersisa 17 Unit

Avatar of Redaksi
IMG 20250320 WA0132
ILUSTRASI: Salah satu Kantor KUD di Kabupaten Blora. (Fitri/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com- Jejak Instruksi Presiden (Inpres) tahun 1974, yaitu Koperasi Unit Desa atau KUD di Kabupaten Blora pada tahun 2025 hanya tersisa 17 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten setempat.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo, menuturkan 17 unit itu tersebar di 16 kecamatan dengan masing-masing kecamatan mayoritas satu unit KUD.

Di Kecamatan Kedungtuban itu ada dua KUD. Sementara 15 kecamatan lainya hanya memiliki satu KUD.

Diungkapkan, dari 17 KUD itu belum dapat berjalan secara maksimal. Bahkan, menurut Kiswoyo, total KUD yang masih aktif dan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tidak ada 50 persen. Meskipun disetiap KUD ada struktur kepengurusan dan kegiatan.

“Dari 17 koperasi itu yang masih rutin melakukan rapat anggota tahunan koperasi hanya tersisa enam unit. Diantaranya KUD Banjarejo, Jiken, Tunjungan, Jati, Blora, Kedungtuban Utara,” terang Kepala Dindagkop UKM Blora.

Sementara, sambung Kiswoyo, KUD yang di Kecamatan Todanan, Kunduran, Kradenan, Cepu, Ngawen, Japah, Kedungtuban selatan, Sambong, Randublatung, Bogorejo, dan Jepon tidak maksimal atau berstatus pasif.

“Dari beberapa koperasi itu masih memiliki banyak aset. Diantaranya gudang, penggilingan padi, angkutan, gedung kantor dan yang lainya,” ujarnya.

“Tetapi banyak yang tidak terurus (aset beberapa KUD),” tambah Kiswoyo.

Selanjutnya, kata Kiswoyo, hingga saat ini pihak Dindagkop UKM Blora tengah mendorong untuk dilaksanakan RAT luar biasa, dengan pembentukan kepengurusan baru di beberapa KUD yang lama tidak mengadakan RAT.

“KUD Kunduran, Tunjungan, Todanan, Jati, Kradenan sudah kita bentuk dan lakukan RAT luar biasa. Namun ada yang kembali tidur lagi,” katanya.

“KUD Tunjungan dan Jati sudah mulai berbenah. Namun Todanan, Kunduran, dan Kradenan kembali seperti semula dan tidak menumbuhkan geliat ekonomi,” tandas Kiswoyo. (Fitri).

Responsive Images

You cannot copy content of this page