
Banyuwangi, kabarterdepan.com- Legenda Syamsuddin Batolla memiliki jasa besar untuk persepakbolaan Banyuwangi, sehingga meninggalnya pria kelahiran Maros, Sulawesi Selatan, pada 4 Juli 1967 silam itu menjadi kehilangan yang amat besar bagi warga Banyuwangi.
Di pundak Syamsuddin Batolla, masyarakat Banyuwangi memiliki harapan besar agar klub daerah kebanggaan mereka, Persewangi yang kini bermain di Liga 3 dapat semakin berkembang dan menorehkan prestasi.
Syamsuddin Batolla dikenal sebagai pelatih yang sangat berdedikasi pada perkembangan Persewangi, seperti yang disampaikan Presiden klub Persewangi, Handoko yang menyampaikan rasa kehilangan yang amat besar atas kepergian pelatih yang sangat dihormati itu.
“Kami sangat kehilangan sosok pelatih yang sangat berdedikasi dan juga menjadi bagian penting dari keluarga besar Persewangi,” kata Handoko pada Kamis, (12/12/2024).
Handoko menambahkan, selain berdedikasi, Syamsuddin disebutnya selalu menjaga komitmennya untuk membina pemain muda yang kemudian membuatnya menjadi panutan bagi banyak pemain muda tak hanya di Banyuwangi, tapi juga di tingkat nasional.
Untuk diketahui, Syamsuddin Batolla dikenalkan sebagai juru taktik Persewangi Banyuwangi pada 28 Agustus 2024.
Selama masa kepemimpinannya, dia adalah sosok yang kuat dalam membangun tim, berjalan bersamaan dengan perkembangan manajemen Persewangi Banyuwangi yang juga kian berbenah.
Keputusannya untuk turun melatih Persewangi Banyuwangi sempat menjadi pertanyaan berbagai pihak, dan ia menjawab bahwa keseriusan manajamen dan ambisi Persewangi Banyuwangi yang pada akhirnya meluluhkan hatinya untuk memilih melatih Persewangi.
“Keseriusan manajamen Persewangi Banyuwangi membuat saya akhirnya bersedia ada di tim ini,” ungkapnya saat perkenalan perdana kepada publik sebagai Pelatih Persewangi.
Sementara itu, komitmen Syamsuddin Batola membina pemain muda tak lepas dari pengalamannya yang telah menekuni sepak bola sejak usia muda.
Memulai perjalanan di Diklat PPLP Sulawesi Selatan pada tahun 1982, sebelum melanjutkan ke Diklat Ragunan di Jakarta pada 1984, Syamsuddin muda telah menjadi bagian dari tim pelajar Indonesia yang meraih trofi Piala Asia 1984 di New Delhi.
Sebagai pemain profesional, ia dikenal sebagai bek tengah yang tangguh dan bermain untuk klub besar seperti Pelita Jaya, PKT Bontang, dan PSM Makassar. Puncak kariernya terjadi saat membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia musim 1999-2000.
Di kepelatihan, Syamsuddin pernah menangani berbagai tim sepak bola, antara lain Persim Maros, Persipal Palu dan PSM Makassar serta memiliki lisensi kepelatihan berstatus pelatih AFC Pro. (Fitri Anggiawati/kabarterdepan.com)
