Janjikan Jabatan, BIN Gadungan hingga Pensiunan TNI Tipu Warga di Mojokerto

Avatar of Redaksi
4 orang yang mengaku BIN diamankan anggota Korem 082/CPYJ Mojokerto di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Rabu (27/2/2025) malam (Redaksi / Kabarterdepan.com) 
4 orang yang mengaku BIN hingga pensiunan TNI diamankan anggota Korem 082/CPYJ Mojokerto di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Rabu (27/2/2025) malam (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Anggota Korem 082/CPYJ Mojokerto mengamankan 4 orang anggota yang mengaku Badan Intelijen Negara (BIN) terlibat kasus penipuan jual beli jabatan. Mereka diringkus saat berada di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Rabu (27/2/2025) malam.

Dari 4 yang ditangkap petugas, 1 diantaranya merupakan pensiunan TNI. Kerugian yang dialami para korban pun mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Mereka adalah Rizky Fauzy Setyawan Putra (34) warga Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kasmir Siregar, (64), Iskandar Zulkarnin, (57) asal Kecamatan Sooko dan Abdullah Harahap alias Asrul, (43) yang merupakan pensiunan TNI asal Medan, Sumatra Utara.

Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ Mojokerto Kolonel Inf Batara Alex Bulo, mengatakan, pihaknya yang mendapatkan laporan adanya adanya tindakan penipuan jual beli jabatan yang mengaku dari anggota BIN, pihaknya langsung melakukan penangkapan.

“Penangkapan pelaku ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang kami terima pada pukul 21.00 WIB. yang kemudian kami lakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, sejumlah barang bukti diamankan. Mulai dari dokumen hingga koper berisi baju pelaku. Tetapi, tidak ditemukan kartu anggota BIN dari tangan keempatnya.

“Keterangan yang kami dapat, empat orang ini mengaku-ngaku satu tim anggota BIN dari Jakarta,” tuturnya.

Keempat anggota BIN gadungan ini mulai beroperasi di Kabupaten Mojokerto sejak sekitar lima bulan lalu. Mereka menawarkan jasa untuk meloloskan para calon korban untuk menduduki jabatan penting di lingkup Pemkab Mojokerto.

“Mulai dari kepala desa, sekretaris kecamatan, camat, maupun kepala dinas. Jadi mulai dari jabatan bawah sampai ke atas,” jelasnya.

Di hadapan petugas, mereka mengaku berhasil memikat tujuh orang korban yang seluruhnya dari Kabupaten Mojokerto terhitung sejak Januari lalu. Mereka meyakinkan para korban dengan mengaku sebagai orang dekat pejabat penting di Pemkab Mojokerto.

“Sejauh ini korbannya ada tujuh orang. Dari pihak swasta yang ingin menjadi ASN,” bebernya.

Dari ketujuh korban, sejauh ini pelaku mengantongi duit hingga Rp 300 juta. Kasus ini tengah didalami korps TNI bersama Polres Mojokerto Kota untuk pengembangan.

“Para korban ini sudah memberikan DP pada pelaku. Total mominalnya masih erus berkembang,” pungkasnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page