Jalan Ngoro-Pungging Rusak Parah, Dinas PUPR Siapkan Rekonstruksi Bertahap

Avatar of Redaksi
IMG 20250303 WA0012
Foto perbaikan jalan Ngoro-Pungging. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Sejumlah pengendara yang melintas di jalan alternatif penghubung Ngoro-Pungging di Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

Jalan beton cor di ruas tersebut mengalami kerusakan hingga ambles, membentuk lubang sedalam sekitar 10 sentimeter, yang menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terjatuh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal, menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki rencana pemeliharaan untuk ruas jalan tersebut.

“Kami sudah punya rencana pemeliharaan jalan dalam setahun, termasuk ruas jalan tersebut,” ujarnya saat dihubungi, Senin (3/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan sudah beberapa kali dilakukan, namun kerusakan kembali terjadi karena sering dilalui truk-truk besar.

“Sudah beberapa kali dipelihara, cuma karena yang lewat truk-truk besar tentunya tidak bertahan lama,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Rinaldi menyebutkan bahwa tahun ini pemerintah berencana membangun Jembatan Lebaksono di ruas jalan tersebut sebelum merekonstruksi jalan beton secara bertahap. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan regulasi yang mengatur kelas jalan untuk mengalihkan kendaraan berat ke jalur nasional.

“Insya Allah tahun ini kami bangun Jembatan Lebaksono yang ada di ruas tersebut, baru kemudian bertahap merekonstruksi jalan betonnya sambil menyiapkan payung hukum yang mengatur kelas jalan,” jelasnya.

Ia berharap dengan adanya regulasi tersebut, kendaraan berat dapat kembali melintasi jalan nasional sehingga jalan alternatif tidak cepat rusak.

“Harapannya truk-truk besar bisa kembali melintasi jalan nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan di ruas tersebut telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto.

Perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi para pengendara yang melintas di jalur alternatif tersebut. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page