Investigasi Keracunan MBG di Mojokerto, Operasional Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Lokasi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Lokasi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo yang melayani MBG di Kabupaten Mojokerto (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di Mojokerto berdampak pada terhentinya sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) kepada 2.679 siswa.

Langkah tersebut diambil setelah Badan Gizi Nasional ( BGN ) memutuskan menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah.

BGN Mojokerto

Koordinator Wilayah BGN Mojokerto, Rosidian Prasetyo, menyampaikan bahwa SPPG tersebut telah beroperasi sejak 22 September 2025.

Dapur MBG yang berada di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo itu selama ini melayani ribuan penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

Secara keseluruhan, jumlah siswa penerima MBG mencapai 2.679 orang, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan kejuruan.

“Senin besok kami pastikan off, surat penghentian operasional SPPG (Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah) sudah turun kemarin malam dari BGN,” jelasnya Senin (12/1/2026) pagi.

Rosidian menjelaskan, penghentian operasional tersebut akan diberlakukan hingga investigasi gabungan terkait kasus keracunan massal ini selesai dilakukan. Ia menegaskan, tidak menutup kemungkinan dapur MBG tersebut akan ditutup secara permanen apabila ditemukan pelanggaran.

“Kalau dirasa melanggar aturan yang ada, pasti kami tutup permanen. (Apabila ada unsur pidana?) Apabila nanti ada anomali yang merujuk ke (kesalah) SDMnya, ada temuan, ada bukti, kami proses dengan hukum yang ada,” terangnya.

Mengenai kelanjutan penyaluran MBG bagi ribuan siswa terdampak, Rosidian menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari BGN Jawa Timur. Termasuk kemungkinan pengalihan layanan ke SPPG lain agar program tetap berjalan.

“Pengalihannya masih kami tanyakan ke pimpinan, apakah bisa di-cover SPPG yang lain. Karena itu kan harus melalui pengajuan proposal oleh SPPG sesuai penerima manfaat. Kami masih menunggu petunjuk,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 261 pelajar dari tujuh sekolah dan pondok pesantren dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah diduga mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam yang diproduksi oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah.

Responsive Images

You cannot copy content of this page