
Jombang, Kabarterdepan.com – Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 membawa berkah melimpah bagi perajin dupa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Salah satunya adalah Fathurrahman, warga Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, yang kebanjiran pesanan hingga produksi hariannya meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Produksi Dupa Naik Lima Kali Lipat Jelang Imlek
Fathurrahman, yang spesialis memproduksi dupa dari kayu Gaharu dan Cendana ini, mengaku kewalahan melayani permintaan yang datang menjelang hari besar umat Tionghoa tersebut.
Jika pada hari biasa ia hanya memproduksi sekitar 5 hingga 10 kilogram dupa, kini di tengah momentum Imlek, produksinya melonjak hingga 25 kilogram per hari.
“Jelang Imlek ini, Alhamdulillah pesanan naik signifikan. Dibantu lima karyawan, setiap harinya kami bisa menjual sekitar 20 kilogram dupa untuk memenuhi permintaan pasar,” ujar Fathurrahman, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, dari berbagai varian yang ada, dupa jenis kerucut menjadi primadona dan paling banyak diburu konsumen dibandingkan dupa jenis lidi.
“Bedanya hanya di bentuk. Setiap pelanggan punya selera masing-masing, apalagi durasi saat pembakaran antara kerucut dan lidi juga berbeda,” jelasnya.

Tembus Pasar Ekspor hingga Kanada dan Afrika
Meski diproduksi di sebuah desa di Jombang, kualitas dupa milik Fathurrahman telah diakui hingga mancanegara. Dengan memanfaatkan online shop, produknya kini merambah pasar ekspor.
“Untuk pasar lokal, kami rutin menyuplai ke Semarang, Jakarta, Denpasar, hingga Batam, terutama untuk kebutuhan klenteng dan toko dupa. Namun melalui penjualan online, pesanan paling jauh dan ramai justru datang dari Kanada, Afrika, hingga Taiwan, Malaysia, dan Singapura,” ungkapnya bangga.
Salah satu rahasia dupa produksinya diminati pasar global adalah penggunaan bahan baku yang premium. Fathurrahman menegaskan hanya menggunakan serbuk kayu Cendana dan Gaharu murni.
“Kami menjaga kualitas. Bahan-bahannya murni tanpa campuran kimia atau bahan tambahan lain. Itu yang membuat aromanya khas dan disukai,” tambahnya.
Mengenai harga, Fathurrahman membanderol produknya secara kompetitif, dupa kerucut Rp150.000 hingga Rp250.000 per kilogram (tergantung ukuran) Sementara dupa Lidi Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogram (tergantung panjang lidi). (Karimatul Maslahah)
