
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Mojokerto 2024 memasuki tahap akhir menjelang hari H, dengan hanya 19 hari lagi menuju pemilihan gubernur dan wali kota. Sosialisasi tahapan pilkada terus digencarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto, Jumat (8/11/2024).
Kegiatan ini di wakili oleh Yahya Sachrul Wahyu Iman Asyidiq S.Pd. sebagai anggota / divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM. Lalu ada, Muhammad Oggy Yulian Pratama, S.T sebagai moderator dan yang terakhir ada Muhammad Awaludin Zahroni selaku anggota KPU devisi partisipasi maayarakat Sosialisasi Pendidikan dan Sumber Daya Manusia, tahun 2019 – 2024.
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk badan politik, badan kesejahteraan, camat, lurah, badan kepegawaian daerah, LKS, DPO, pihak pemilu, serta rekan media dan aparat keamanan.
Pada kesempatan tersebut, KPU Kota Mojokerto menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya mengenai tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh KPU, agar seluruh warga kota dapat memahami proses yang sedang berjalan dalam rangka memilih pemimpin untuk periode 2024-2029.
Hal ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak suara mereka dalam pilkada yang akan datang.
“Proses Pilkada ini akan menentukan arah kemajuan Kota Mojokerto. Pemilihan walikota menjadi titik penting dalam memastikan bagaimana kota ini berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan,” papar Yahya Syahrul yang menjadi salah satu anggota KPU dalam sambutannya.
KPU juga menyoroti meningkatnya jumlah pemilih pemula dan pemilih tambahan di Kota Mojokerto. Data pemilih yang terus diperbaharui mencakup pemilih pemula, pemilih baru, serta pemilih pindahan yang sebelumnya belum terdaftar. Untuk itu, proses pencocokan dan penelitian Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Pindahan (DPTB) menjadi agenda utama dalam sosialisasi kali ini.
Dalam rapat tersebut, KPU menyatakan bahwa tahapan yang paling mendekati adalah pada H-7, di mana berbagai data pemilih akan kembali disaring dan disesuaikan dengan kategori tertentu.
“Kami berharap partisipasi pemilih mencapai target yang diinginkan, minimal sebesar 87% seperti pada Pemilu sebelumnya,” ujar Oggy perwakilan KPU.
Sebagai informasi, pada Pilkada kali ini, pemilih hanya dapat memilih berdasarkan domisili dan KTP Provinsi Jawa Timur. Pemilih dengan KTP Kota Mojokerto akan memilih dua surat suara, yaitu untuk pemilihan gubernur dan wali kota.
KPU berharap angka partisipasi pemilih dapat memenuhi target tersebut, mengingat proses pemilu yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa semua warga Mojokerto yang berhak memilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2024,” pungkas Zahroni salah satu anggota KPU Kota Mojokerto.
Dengan semakin mendekatnya waktu pemilihan, diharapkan partisipasi warga Mojokerto dalam Pilkada 2024 semakin tinggi, serta dapat menciptakan proses pemilihan yang demokratis dan sukses. (Firda*)
