Heboh! Ibu-Ibu Berfoto Dekat Arca Saat Umat Hindu Sembahyang Tuai Kontroversi

Avatar of Redaksi
IMG 20250517 WA0002 1
Potret sekelompok ibu-ibu yang sedang berfoto sementara di depannya tampak dua umat Hindu sedang beribadah. (@Sut@wijaya)

Pasuruan, Kabarterdepan.com – Sebuah video memperlihatkan sekelompok ibu-ibu tengah asyik berfoto ria di depan patung di kolam Candi Sumber Tetek, Pasuruan, Jawa Timur, viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @Sut@wijaya, tampak lima orang ibu berpose ria di depan arca yang berada di tengah kolam. Sementara itu, hanya beberapa meter dari mereka, tampak dua umat Hindu yang tengah menjalankan sembahyang dengan khidmat.

Video tersebut pun memantik perdebatan sengit di kalangan warganet. Banyak yang mengecam aksi ibu-ibu tersebut karena dianggap tidak menghargai aktivitas keagamaan yang sedang berlangsung.

Kritikan bahkan mengarah kepada para pengunjung lainnya yang dinilai membiarkan kejadian itu tanpa ada yang menegur.

Namun, tak sedikit pula yang membela tindakan para ibu tersebut. Mereka mengatakan bahwa lokasi itu merupakan destinasi wisata umum, bukan murni tempat ibadah.

“Woy itu udah rame yang ngebahas, itu bukan tempat ibadah, infonya itu tempat wisata. Tolong dicek lagi sumber informasinya, jangan ceroboh membuat kegaduhan yang gak perlu,” tulis akun @Adi461968.

“Lebih baik tempat sembahyang janganlah dijadikan wisata, jadi nggak saling menyalahkan,” komentar akun @Dhedy_Pro.

Akun lainnya, @Superr_fpl, memberikan pandangan netral, “Tergantung situasinya, kalau umat Hindunya duluan, kurang etis foto-foto. Tapi kalau memang yang foto-foto datang duluan dan bayar tempat wisata, ya jadinya tanggung kalau tiba-tiba ada yang datang. Tapi apa juga diperbolehkan foto-foto di dekat arca?”

Candi Sumber Tetek, atau juga dikenal sebagai Candi Belahan, memang merupakan situs petirtaan kuno yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Di situs ini terdapat dua arca wanita, yaitu Dewi Sri dan Dewi Laksmi, yang diyakini memiliki makna sakral dalam kepercayaan Hindu.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola situs mengenai insiden tersebut. Namun, peristiwa ini mengingatkan kesadaran akan etika berwisata di situs-situs bersejarah dan sakral, agar tidak terjadi gesekan antarwarga maupun antarumat beragama. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page