
Jombang, Kabarterdepan.com – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, harga ayam potong di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meroket tajam.
Di Pasar Pon Jombang, harga ayam yang biasanya berada di kisaran Rp 32.000 hingga Rp 33.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 35.000 hingga Rp 36.000 per kilogram. Kenaikan berlangsung bertahap dan dinilai lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.
Permintaan Meningkat, Harga Ayam Naik Lebih Cepat Dibanding Tahun Lalu
Dewi Nurkamaru, pedagang ayam berusia 51 tahun itu menyebut gejolak harga sudah terasa sejak awal Desember.
“Permintaan sudah meningkat, jadi harganya ikut naik terus. Biasanya mulai naik mendekati akhir bulan, tapi sekarang sudah duluan,” ucapnya, Senin (8/12/2025).
Menurut Dewi, lonjakan kebutuhan daging ayam tidak hanya dipicu persiapan masyarakat menghadapi Nataru, tetapi juga karena permintaan untuk program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap stok dalam jumlah besar.
“Adanya pesanan untuk program pemerintah itu membuat stok seret. Barang cepat habis, jadi harga dari atas (pemasok) langsung naik,” katanya.
Ia memperkirakan harga saat ini sudah mendekati batas tertinggi di Jombang, namun tidak menutup kemungkinan naik lagi jika pasokan terus menipis.
“Kayaknya sulit turun lagi. Semua bahan pokok naik, jadi ayam ikut-ikutan naik,” imbuhnya.
Kenaikan harga tersebut berdampak pada jumlah pembeli. Dewi mengaku penjualan harian menurun drastis.
“Biasanya kalau ramai bisa habis sampai lima kuintal dalam sehari. Tapi sekarang keluar barangnya lebih sedikit karena banyak pembeli yang ngirit,” ungkapnya.

Keluhan juga datang dari pembeli. Umrotin, penjual mie ayam asal Kecamatan Peterongan, terpaksa memutar otak agar biaya produksi tidak membengkak.
“Harga naik, modal juga ikut naik. Kalau saya naikkan harga jual, pelanggan pasti komplain. Jadi terpaksa beli sedikit dulu,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga.
“Kalau seperti ini terus, kami pedagang kecil yang paling kena imbasnya. Semoga harga bisa stabil lagi,” tandasnya.
Selain menjual daging ayam utuh, pedagang di Pasar Pon juga menyediakan pilihan lain seperti balungan ayam seharga Rp 5.000 per kilogram serta jeroan Rp 30.000 per kilogram bagi pembeli yang mencari alternatif lebih murah di tengah kenaikan harga jelang Nataru.
