
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto adu gagasan dalam debat publik perdana Calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto 2024 di Ayola Hotel, Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (25/10/2024).
Dalam debat bertemakan “Menyelesaikan Persoalan Daerah, Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan” tersebut, dihadiri oleh Bawaslu Kota Mojokerto, Pj Wali Kota Mojokerto, Muhammad Ali Kuncoro, dan Forkopimda.
Tidak lupa, KPU Mojokerto menghadirkan lima panelis dengan latar belakang akademisi yang kompeten di bidangnya untuk memberikan pertanyaan pada kedua paslon seperti Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jember Dr. Deasy Wulandari, S.E., M.Si., CRA, CMA, Dosen Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo Dr. H. Ahmad Dahlan, ST., MAP, Dosen Prodi Hubungan Internasional Fisip Universitas Muhammadiyah Malang Muhammad Subhan Setowara, S.HI., M.A., Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Lamongan Rudi Wibowo, S.E., M.M., dan Asosisasi Media Siber Indonesia (Amsi) Jawa Timur Hari Tri Wasono.
Dalam sambutan acara, Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni menyampaikan harapannya untuk warga Kota Mojokerto yang menyaksikan debat publik perdana Cawali dan Cawawali ini mampu untuk menilai dan melihat sendiri bagaimana visi misi yang dimiliki dari kedua paslon sehingga di hari pemilihan nanti tidak ada alasan bagi warga Kota Mojokerto untuk golput.
“Saya berharap pemirsa yang ada di ruangan ini maupun di luar ruangan ini yang menyaksikan secara langsung melalui channel TV9 Nusantarara dan juga bisa menyaksikan lewat radio Maja FM, mampu untuk menilai dan melihat bagaimana pemaparan visi misi kedua pasangan calon yang akhirnya nanti pada hari Rabu tanggal 27 November 2024 ini mampu menjadi alasan pemilih untuk memilih salah satu dari pasangan calon Pilwali Kota Mojokerto,” papar Usmuni.
Usmuni juga menambahkan harapannya untuk Kota Mojokerto kedepannya setelah dipimpin salah satu dari kedua paslon yang terpilih agar Kota Mojokerto menjadi kota yang lebih berprestasi lagi bahkan menjadi tolak ukur kota inovatif bagi daerah yang lain.
“Karena memang nantinya lima tahun kedepan salah satu dari mereka akan memimpin kita di Kota Mojokerto. Harapan kita bersama-sama semoga Kota Mojokerto mampu menjadi kota yang baik lagi, mampu untuk berprestasi lagi, mampu juga menjadi tolak ukur bagi Jawa Timur bahkan nasional terkait kota yang inovatif kedepannya,” tambah Usmuni.
Diketahui, Paslon nomor urut 1, Junaedi Malik – Chusnun Amin diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sementara paslon nomor urut 2, Ika Puspitasari – Rachman Sidharta Arisandi diusung oleh Partai Nasdem, PAN, Golkar, Gerindra, PPP, PKS, Demokrat, dan PDIP. (Riris*)
