
Jombang, Kabarterdepan.com – Dunia pernikahan selalu menghadirkan tren baru, termasuk dalam urusan seserahan. Jika biasanya hantaran diisi perlengkapan kecantikan, kain, atau makanan manis, warga Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, justru menghadirkan pilihan unik, hampers pengantin berisi telur asin.
Inovasi ini digagas oleh Eva Nurfatika Sari, pemilik Rumah Produksi Telur Asin Pratama. Ia menyulap telur asin produk rumahan yang biasanya dijual sederhana menjadi seserahan elegan yang tampil mewah dan berbeda dari hampers pada umumnya.
Sejak Juni 2025, Eva bersama suaminya mulai merancang hampers telur asin dengan berbagai tema dan dekorasi. Setiap hari, ratusan telur bebek diolah di rumah produksinya sebelum dirangkai menjadi paket hantaran yang cantik dan siap dikirim.
Daya Tarik Utama Hampers Telur Asin: Kemasan Elegan dan Anti-Mainstream

Keunikan hampers ini terletak pada konsepnya. Telur asin ditata dalam kotak khusus yang dihias bunga artificial, pita, kertas eksklusif, hingga ornamen bernuansa pernikahan. Tampilannya tidak kalah dengan hampers premium lain yang biasa dipakai calon pengantin.
Bentuknya yang tidak biasa membuat hampers ini cepat populer di media sosial dan menjadi pilihan bagi pasangan yang ingin tampil beda di hari lamaran maupun pernikahan.
“Idenya memang muncul setelah lihat TikTok, tapi saya kembangkan lagi supaya punya ciri khas sendiri,” ujar Eva, Selasa (18/11/2025).
Diburu Calon Pengantin dari Berbagai Daerah
Hampers unik ini tersedia dalam berbagai paket, mulai isi empat hingga sepuluh butir telur asin, dengan harga Rp85.000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran dan dekorasinya. Tidak hanya pemesan dari Jombang, pelanggan dari Surabaya hingga Jakarta ikut tertarik karena konsepnya dianggap fresh dan anti-mainstream.
“Banyak yang pesan untuk lamaran karena unik. Mereka bilang jarang ada seserahan seperti ini,” tutur Eva.
Promosi melalui Instagram dan TikTok membuat produk ini semakin dikenal. Beberapa unggahan Eva bahkan sempat viral, sehingga pesanan meningkat drastis. Omzetnya kini mendekati Rp5 juta per bulan.
Produk Lokal Naik Kelas Berkat Kreativitas
Meski menghadapi kendala fluktuasi harga telur bebek, Eva tetap konsisten menjaga kualitas dan mempercantik desain hampers agar tetap menarik di pasaran.
“Produk lokal kalau dikemas kekinian pasti punya banyak peminat,” katanya. (Karimatul Maslahah)
