Hadiri Muwadda’ah YPSNU Al-Hidayah, Ini Pesan Bupati Mojokerto

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 05 29 at 10.22.27 AM
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri Muwadda’ah YPSNU Al-Hidayah (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri Muwadda’ah (Wisuda) Yayasan pendidikan dan sosial Nahdlatul Ulama (YPSNU) Al-Hidayah di Hall Nine Stars Kantor PCNU Sooko, Selasa (28/5/2024) siang.

Dalam agenda Muwadda’ah YPSNU Al-Hidayah, Bupati Ikfina mengimbau kepada wali murid dan juga siswa yang telah lulus untuk menyiapkan pendidikan atau karir ke jenjang selanjutnya.

“Kegiatan kita hari ini adalah Muwadda’ah (Wisuda) siswa tingkat akhir, yang artinya siswa yang ada di sini dinyatakan telah lulus dan berhak untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kecuali untuk anak-anakku yang lulus SMK, bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yang mana itu lebih baik, atau mencari kerja,” tutur Ikfina.

Selain itu, bupati perempuan pertama di Mojokerto itu juga menambahkan untuk para siswa SMK Al-Hidayah yang telah lulus untuk terus mengembangkan diri dengan cara memperkaya pengalaman kerja demi meningkatkan kualitas diri.

“Di dunia kerja sekarang yang paling dibutuhkan adalah daya juang, jadi untuk anak-anakku yang lulus SMK, carilah kerja untuk menambah pengalaman, karena nanti pengalaman itulah yang akan menaikkan harga jual (kualitas) kita,” jelasnya.

Ikfina yang juga dikenal sebagai Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto itu juga turut mengingatkan para tenaga pendidik YPSNU Al-Hidayah, khususnya ditingkat TK dan MI, agar menerapkan program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Menurutnya siswa di tingkat TK tidak boleh dipaksa untuk belajar baca tulis dan hitung (calistung), melainkan harus dengan cara yang sesuai dengan usianya, salah satunya dengan cara bernyanyi.

“Saya minta tolong, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan agar diterapkan, ini merupakan program pemerintah, bahwa untuk dari TK ke MI tidak boleh ada tes baca tulis hitung, anak-anak TK tidak boleh dipaksa untuk belajar baca tulis hitung, kalau mau mengajari harus dengan cara yang menyenangkan, bisa melalui lagu atau nyanyian anak-anak,” Tuturnya.

Di akhir arahannya Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu berterima kasih kepada YPSNU Al-Hidayah dan juga keluarga besar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Mojokerto, atas perannya dalam dunia pendidikan, khususnya di Bumi Majapahit Ini.

“Saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Keluarga besar PCNU Kabupaten Mojokerto dan YPSNU Al- Hidayah karena telah mengambil peran dalam pendidikan anak-anak kita khususnya di Kabupaten Mojokerto, dan untuk para orang tua wali murid, mari kita doakan anak-anak kita, agar senantiasa dalam kebaikan dan selalu dilindungi oleh Allah SWT,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain SMK terdapat empat jenjang pendidikan lain yang diwisuda pada muwadda’ah tersebut, yaitu TK, MI, SMPI, dan TPQ.

Turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan provinsi Jawa Timur wilayah Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Kepala Desa Tampungrejo, Jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Mojokerto, dan Ketua Yayasan beserta Jajaran Kepala Sekolah YPSNU AL Hidayah. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page