
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Mendekati musim penghujan, sejumlah tantangan dihadapi oleh petani perkotaan dalam merawat tanamannya.
Ketua Asosiasi Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot) Kota Yogyakarta Eka Yulianta menyampaikan adanya potensi tanaman membusuk dan tumbuhnya jamur.
“Kalau di kota rata-rata kan sayur ya, itu biasanya jamur, porisiumnya tinggi-tinggi. Kemudian akarnya mudah busuk,” katanya saat diwawancarai Selasa (16/9/2025).
Sejumlah sayuran yang menurutnya rentan terkena serangan hama adalah cabai dan tomat serta tanaman merambat seperti pare dan mentimun. Tanaman-tanaman tersebut menurutnya cepat membusuk karena kondisi cuaca yang lembab.
Ia menyampaikan petani sayuran perlu menggunakan pengendali hama seperti insektisida dan fungisida secara rutin.
“Biasanya 10 hari sekali, karena faktor alam yang sedemikian rupa, maka harus lebih sering, bisa 3 sampai 4 hari sekali, kalau nggak godonge (daun) kuning dan bintik-bintik, buahnya gampang busuk,” katanya.
Tidak hanya hujan, petani perkotaan disebutnya juga tidak jarang menghadapi masalah angin kencang.
Angin kencang disebutnya berisiko pada tanaman atau buah-buahan yang memiliki tangkai yang panjang.
“Cuma memang angin kalau tidak dikasih cagak (penyangga) pada runtuh itu tomat -terong,” katanyam
Eka menyampaikan bahwa di daerah kota, meskipun didominasi oleh pertanian sayuran dan buah, masih terdapat sejumlah sawah seperti di Kemantren Tegalrejo.
“Masalahnya juga angin kencang. Di Tegalrejo masih ada yang menanam padi,” katanya.
“Jika terjadi angin kencang ini pasti berdampak, apalagi kalau mendekati panen, kalau roboh terjadi penurunan hasil,” katanya.
Terlebih, Eka menyebut tangkai tanaman akan roboh ketika dihempas kecepatan angin mencapai di atas 14 knot. (Hadid Pangestu)
