Gusdurian Mojokerto Ziarah Makam Riyanto, Sosok Banser yang Berkorban demi Kemanusiaan

Avatar of Redaksi
Koordinator Gusdurian Mojokerto Muhammad Kholilulloh dan rombongan berziarah ke. makam almarhum Riyanto, sosok Banser yang berkorban demi kemanusiaan saat Ibadah Natal di GAJADI Eben Haezer, Minggu (24/12/2000) (Steven / Kabarterdepan.com)
Koordinator Gusdurian Mojokerto Muhammad Kholilulloh dan rombongan berziarah ke makam almarhum Riyanto, sosok Banser yang berkorban demi kemanusiaan saat Ibadah Natal di GAJADI Eben Haezer, Minggu (24/12/2000) (Steven / Kabarterdepan.com)

Kota Mojokerto, kabarterdepan.com – Koordinator Gusdurian Mojokerto, Muhammad Kholilulloh berziarah ke makam almarhum Riyanto di Makam Prajurit Kulon, Selasa (24/12/2024).

Almarhum Riyanto, seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dikenal atas pengorbanannya dalam misi kemanusiaan.

“Kami tadi berkunjung ke makam almarhum Riyanto, ada sekitar 6-7 orang dari Gusdurian yang hadir, bersama teman-teman dari Banser yang berjumlah sekitar 10 orang,” ujar Mas Ilul, sapaan akrabnya.

Setelah berdoa di makam, rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah kediaman almarhum Riyanto dan bertemu dengan orang tuanya.

Pertemuan tersebut menjadi momen hangat dan penuh makna, di mana keluarga Riyanto berbagi cerita tentang sosoknya yang dikenal penuh keberanian.

“Tujuan kami tidak hanya untuk mendoakan, tetapi juga merefleksikan apa yang telah dilakukan almarhum dalam misi kemanusiaannya. Riyanto adalah teladan bagi kita semua,” jelas Mas Ilul.

Ziarah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Riyanto, anggota Banser yang telah berkorban demi melindungi orang lain. Tindakan heroiknya tetap dikenang sebagai inspirasi bagi komunitas Gusdurian dan masyarakat Mojokerto.

Siapakah Sosok Riyanto ini?

Riyanto adalah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama yang gugur karena terkena ledakan bom saat mencoba menyelamatkan GSJPDI Eben Haezer di Mojokerto dari percobaan peledakan bom pada malam Natal, Minggu (24/12/2000) lalu.

Riyanto ini lahir pada tanggal19 Oktober 1975 di Kediri, Jawa Timur. Ia wafat pada saat berusia 25 tahun terkena ledakan bom.

Bagaimana kejadiannya?

Pada sore hari, Minggu 24 Desember 2000 lalu yang juga sedang pertepatan dengan hari ke-28 bulan Ramadan, Riyanto berpamitan kepada ibunya, Katinem, untuk turut menjaga Gereja Eben Haezer Mojokerto bersama sejumlah anggota Banser lainnya.

Ia melewatkan buka puasa bersama keluarganya untuk menjaga gereja. Ia juga meminta izin untuk tidak pulang ke rumah, karena berencana akan beriktikaf di masjid selepas tugas menjaga gereja.

Para anggota Banser yang berjaga di gereja Eben Haezer berbuka puasa di sana dan bergantian menunaikan salat.

Pada pukul 19.45, seorang jemaat kebaktian melihat ada tas mencurigakan yang tergeletak di bawah telepon umum depan gereja.

Riyanto membawa tas tersebut ke seorang polisi yang sedang bertugas (Aiptu Agus Prayitno Handoko) dan saat diperiksa di dapati isinya berupa bom.

Petugas yang memeriksa segera memperingatkan untuk mundur , namun menurut kesaksian petugas tersebut , Riyanto justru memungut tas kresek tersebut dan memasukkannya ke dalam selokan, sehingga menimbulkan konslet dan bom meledak serta menewaskan Riyanto .

Menurut keterangan dari sumber lain, tubuh Riyanto terpental 30 meter dari titik ledakan. Salah seorang kawan Riyanto, Amir, terkena luka sobekan akibat serpihan ledakan tersebut.

(Steven/*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page