GMNI Banyuwangi Resmikan Sekretariat Gotong Royong Berkonsep Rumah Adat Using

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250226 091236
GMNI Banyuwangi. (Roni/kabarterdepan.com)

Banyuwangi, Kabarterdepan.com – Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kunci sukses peresmian Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi. Pembangunan sekretariat di Kertosari, Banyuwangi, yang dimulai sejak pertengahan 2024 lalu, akhirnya selesai dan resmi dibuka.

Peresmian sekertariat yang dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP GMNI, Ketua DPD GMNI Jawa Timur, para alumni, kader aktif dari cabang dan komisariat, serta warga sekitar, merupakan wujud nyata sinergi dan semangat gotong royong antara kader aktif, alumni dan semua keluarga besar GMNI Banyuwangi.

Ketua Cabang GMNI Banyuwangi, Rizka Nanda Aprilita, dalam sambutannya menekankan bahwa sekretariat ini adalah perwujudan dari gagasan para alumni untuk menciptakan “rumah besar” bagi seluruh keluarga GMNI.

Sekretariat ini diharapkan menjadi pusat kegiatan konsolidasi, diskusi, pendampingan, dan pelatihan, tidak hanya bagi kader GMNI, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Sekretariat ini dirancang dengan konsep rumah adat Using, yang mencerminkan kearifan lokal Banyuwangi. Kami berharap, tempat ini dapat dimanfaatkan secara produktif oleh keluarga besar GMNI, alumni, dan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif,” kata Rizka, Selasa (25/2/2025).

Dr. Hary Priyanto, Ketua Alumni GMNI Banyuwangi, mengungkapkan bahwa pembangunan sekretariat ini dilandasi oleh niat baik dan semangat gotong royong, tanpa melalui proses pengajuan proposal.

“Sekretariat ini dibangun secara swadaya, berkat gotong royong dari alumni, kader aktif, dan simpatisan. Ini adalah implementasi nyata dari ajaran Bung Karno,” tegasnya.

Wabendum DPP GMNI, Rifqi Nuril Huda, dalam pidatonya menyampaikan harapan agar sekretariat ini dapat menjadi tempat untuk mempertajam keilmuan kader, baik dalam bidang akademik maupun organisasi, serta menjadi pusat kontrol sosial. Ia juga mengingatkan tentang tantangan yang dihadapi kader GMNI di era globalisasi ini.

“Kondisi geopolitik dan ekonomi dunia, serta konflik internasional, akan berdampak pada Indonesia. Implikasi dari problematika internasional, seperti pertumbuhan ekonomi yang lambat dan rendahnya investasi, dapat menyebabkan penurunan daya beli dan PHK,” jelas Rifqi.

Untuk itu, lanjut dia, kader GMNI harus mampu mengembangkan diri, menggali kekuatan pemikiran, dan membangun jaringan yang kuat.

“Gunakan fasilitas sekertariat gotong royong ini untuk mengembangkan diri, menggali kekuatan pemikiran, hingga sebagai akses jejaring kader dan senior untuk meraih cita-cita,” pungkasnya. (roni)

Responsive Images

You cannot copy content of this page