Galakkan Program Sehati-Sejoli, Bupati Mojokerto Jelaskan Alur Stunting

Avatar of Lintang
WhatsApp Image 2024 07 24 at 10.38.48 AM
Program Sehati dan Sejoli (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan mengenai alur stunting atau kondisi gagal tumbuh pada balita akibat gizi buruk.

Hal itu disampaikan Bupati Ikfina dalam acara Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI (Sehati) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (Sejoli) di Pasar Keramat Desa Warugunung Kecamatan Pacet, Selasa (23/7) pagi.

“Jadi ibu-ibu, stunting ini tidak ujug-ujug. Pasti awalnya disebabkan kurang gizi, jatuh ke dalam status gizi buruk, lalu akhirnya menjadi stunting. Lalu kenapa sih, kok tidak boleh stunting? Karena anak yang stunting, otaknya tidak bertumbuh sehingga kecerdasannya 20 % di bawah rata-rata. Nah, Pertumbuhan otak sendiri, selesai hanya sampai anak kita usia 5 tahun,” jelas bupati.

Demi menekan stunting, bupati mengedukasi para orang tua khususnya para ibu hamil, agar lebih memperhatikan kesehatan janin di dalam kandungan. Indikator ibu hamil kekurangan gizi dapat dilihat dari lingkar lengan yang kurang dari 23,5 cm.

Bupati mendorong agar ibu-ibu hamil dengan indikator seperti ini bisa meningkatkan jumlah asupan makanan sehat dan bergizi seimbang. Bupati juga akuntansi agar bayi-bayi yang baru lahir, diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah itu diberi selingan MPASI secara bertahap, hingga menu makan yang sama dengan orang tua jika sudah berumur satu tahun.

“Lingkar lengan bumil jangan sampai kurang dari 23,5 cm. Karena ini menjadi salah satu indikasi kekurangan gizi. Padahal janin di dalam kandungan sangat bergantung gizinya pada ibu. Kalau ibunya saja kurang gizi, mau dapat gizi dari mana anaknya. Bumil boleh makan ekstra satu kali dari biasanya hanya tiga kali. Ditambah terus nutrisinya. Bisa makan es krim atau coklat. Saya juga mohon agar bayi yang baru lahir nangis, diberi ASI eksklusif selama 6 bulan dapat menambahkan MPASI, lalu menu yang sama dengan orang tua jika sudah satu tahun. Makanannya wajib ada zat pembuat seperti telur, ayam, daging, ikan dan susu,” imbuh bupati.

Sementara itu, terkait lansia, agar para lansia di Kabupaten Mojokerto mendapat akses kesehatan terbaik. Kata kunci yang digaris bawahi oleh bupati adalah, lansia harus menjaga kesehatan agar bisa terus hidup mandiri. Kesehatan fisik yang menurun memang wajar dialami seseorang di usia lanjut.

Namun seorang lanjut usia, harus tetap mengikhtiarkan kesehatannya dengan hidup sehat, dan rajin memeriksa kesehatan.

“Panjenengan yang sudah berusia lanjut, tolong dijaga kesehatannya. Tekanan darah jangan sampai melebihi 190, karena akan memperberat kerja jantung. Tekanan darah terlalu rendah di bawah 100 juga tidak bagus. Maka, menjaga kesehatan ini memang harus diikhtiarkan sebagai bagian dari ibadah. Memang wajar dan kita maklum kalau lansia ada waktunya sakit. Kalau memang harus minum obat, bukan apa-apa. Sekali lagi, yang penting harus diikhtiarkan. Supaya apa? Agar selalu sehat dan hidup mandiri. Kita berdoa semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan,” tandas bupati. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page