Gaikindo Resmikan GIIAS Surabaya 2025, Pasar Otomotif Jatim Diharapkan Makin Menggeliat

Avatar of Redaksi
IMG 20250827 WA0075
Opening Ceremony GIIAS Surabaya 2025. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Surabaya, kabarterdepan.com- Pameran otomotif GIIAS Surabaya 2025 akhirnya resmi dibuka pada Rabu (27/08/2025). Pembukaan hadiri langsung oleh Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI Surya Diarta.

Acara yang digelar di Grand City Convex, Surabaya ini menghadirkan 22 merk mobil, 8 merek motor dan 14 supporting industries yang berpartisipasi. Terdapat pula 7 brand baru yang debut pada pameran GIIAS 2025.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan jika keberadaan pameran GIIAS Surabaya 2025 ini diharapkan dapat mendongkrak industri otomotif di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Saat ini Jawa Timur menjadi provinsi dengan dengan pangsa pasar otomotif terbesar ketiga di Indonesia, yakni sebesar 9,5 persen pada periode Januari–Mei 2025 saja,” jelas Yohannes, Rabu (27/08/2025).

“Jika berkaca pada GIIAS Jakarta yang digelar pada pada 24 Juli – 3 Agustus 2025 lalu, terdapat peningkatan penjualan sebesar 12 persen. Hal ini karena harga mobil lebih murah saat ini,” imbuhnya.

IMG 20250827 WA0077
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI Surya Diarta saat mengunjungi booth pameran GIIAS Surabaya 2025. (Husni Habib/kabarterdepan.com)

Sementara itu pada kesempatan yang sama Setia Diarta menambahkan pihaknya optimis industri otomotif akan terus bertumbuh, khususnya dengan dukungan banyak pihak salah satunya pameran GIIAS Surabaya 2025 kali ini.

“Kami selaku perwakilan pemerintah akan mendorong sektor industri manufaktur salah satunya otomotif melalui kebijakan kebijakan yang bertujuan untuk memudahkan,” tambah Setia.

Salah satu kebijakan yang telah berjalan saat inj adalah pemberian insentif untuk beberapa jenis kendaraan, Seperti Electric Vehicle (EV) dan Low Cost Green Car (LCGC). Hal ini dilakukan agar harga mobil makin terjangkau dan industri otomotif kembali menggeliat.

“Kita banyak mmeberikan insentif pada kendaraan khususnya EV dan LCGC. Ini kami lakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page