
Nasional, Kabarterdepan.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti kekuatan generasi muda Indonesia dalam menghadapi bonus demografi dan berbagai tantangan global.
Dalam video monolog berdurasi 6 menit yang diunggah di akun YouTube pribadinya, Sabtu (19/4/2025), Gibran menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak kemajuan bangsa.
Salah satu momen yang disorot adalah kesuksesan film animasi Jumbo karya anak bangsa, yang telah meraih lebih dari 4 juta penonton di bioskop dan siap tayang di 17 negara Asia dan Eropa.
Film Jumbo Karya Animator Indonesia
“Karena kita generasi muda, bukan sekedar bonus, kita adalah jawaban atas tantangan masa depan. Kita lihat sendiri saat ini, banyak anak-anak muda kita yang sudah tampil di garis depan. Kemarin saya menonton film Jumbo, hasil karya animator muda Indonesia, yang saat ini sudah menembus 4 juta penonton, serta akan ditayangkan di 17 negara Asia dan Eropa. Ini menjadi era baru industri animasi Indonesia,” jelasnya.
Tidak hanya di bidang kreatif, Gibran juga mengapresiasi pencapaian Timnas U-17 yang berhasil lolos ke Piala Dunia U-17 melalui jalur kualifikasi, prestasi yang untuk pertama kalinya diraih Indonesia dan menjadikannya satu-satunya wakil dari Asia Tenggara.
“Timnas U-17 kita untuk pertama kalinya lolos via kualifikasi ke Piala Dunia dan menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Ini adalah kekuatan kita sebagai generasi muda, kita harus selalu siap dan mempersiapkan diri,” lanjutnya.
Selain itu, Gibran juga mengaitkan kesuksesan tersebut dengan momentum bonus demografi yang akan mencapai puncaknya antara tahun 2030 hingga 2045, saat lebih dari separuh penduduk Indonesia berada pada usia produktif.
“Indonesia akan mendapatkan puncak Bonus Demografi di tahun 2030 sampai tahun 2045. Sebuah kondisi yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah peradaban sebuah bangsa. Kesempatan ini tidak akan terulang, di mana sekitar 208 juta penduduk kita akan berada di usia produktif, di mana generasi produktif, generasi muda, memiliki proporsi yang lebih besar sehingga memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan arah kemajuan,” tegasnya.
Bagi Gibran, Bonus Demografi bukan sekadar angka tapi peluang emas bagi generasi muda untuk menjadi penentu masa depan Indonesia.
“Ini adalah peluang besar kita, ini adalah kesempatan emas kita untuk mengelola Bonus Demografi agar bukan menjadi sekedar bonus, bukan menjadi sekedar angka statistik yang fantastis, tapi justru sebagai jawaban untuk masa depan Indonesia, di mana faktor penentunya ada di teman-teman semua,” tambahnya.
Gibran juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), sebagai alat bantu yang harus dimanfaatkan secara bijak oleh generasi muda.
“AI itu nggak akan menggantikan manusia. Jadi AI itu bukan ancaman. Manusia yang tidak menggunakan AI akan dikalahkan oleh manusia yang menggunakan AI,” ungkapnya.
Dengan semangat optimisme, Gibran mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk terus bermimpi besar dan berani melakukan terobosan. (Riris*)
