Evakuasi Korban Musala Ponpes Al Khoziny Diperpanjang : 52 Santri Meninggal, 104 Selamat

Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo saat konferensi pers terkait runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Minggu 5/10/2025 malam (Redaksi / Kabarterdepan.com)
Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo saat konferensi pers terkait runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Minggu 5/10/2025 malam (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Suasana duka belum berakhir di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Minggu (5/10/2025) malam, operasi pencarian korban ambruknya musala tiga lantai itu masih terus berlangsung, memasuki hari ketujuh tanpa jeda.

Data terbaru mencatat 52 orang meninggal dunia, 104 selamat, dan dua korban ditemukan dalam kondisi terpisah bagian tubuh (body part).

Operasi SAR Diperpanjang, Petugas Bekerja 24 Jam

Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan bahwa operasi evakuasi belum akan dihentikan.

“Kita akan lanjutkan semaksimal mungkin. Operasi ini tidak berhenti, bahkan kemungkinan diperpanjang hingga Selasa. Kami ingin memastikan seluruh korban dapat ditemukan,” tegas Yudhi.

Menurutnya, pembongkaran puing sudah mencapai 75 persen dengan dukungan dua ekskavator dan satu breaker. Meski kondisi lapangan penuh risiko karena tumpukan beton dan baja yang masih labil, tim SAR gabungan tetap bekerja siang malam tanpa henti.

“Dua sampai tiga hari ke depan, Basarnas akan tetap support maksimal,” tambahnya.

Fokus Pencarian di Sektor Utara Ponpes Al Khoziny

Hingga Minggu malam, fokus utama pencarian diarahkan ke sektor utara bangunan, lokasi yang diyakini masih menyimpan sejumlah korban.

Setiap jenazah yang ditemukan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jatim.

Doa dan Harapan dari Reruntuhan

Suara alat berat masih menggema di antara puing-puing, menandakan perjuangan petugas belum berakhir.

Di sela-sela proses evakuasi, tangis keluarga korban masih terdengar, berharap keajaiban bagi sanak saudaranya yang belum ditemukan.

Yudhi pun mengajak masyarakat untuk ikut memberikan dukungan doa.

“Ini musibah kita semua. Mari bersama-sama membantu dengan doa agar proses evakuasi berjalan lancar,” ujarnya penuh haru.

Responsive Images

You cannot copy content of this page