Eri Cahyadi Dorong Modernisasi Pengolahan Sampah: Insinerasi Jadi Solusi Baru di Surabaya

Avatar of Jurnalis: Husni
Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjelaskan rencana penggunaan teknologi Insinerasi di PSEL Benowo. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Surabaya. Setiap harinya Kota Surabaya memproduksi sekitar 1.600 hingga 1.800 ton sampah, sampah yang dihasilkan sebagian besar adalah sampah plastik sekali pakai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pengolahan sampah saat ini menjadi fokus pemerintahannya, sebagai kota percontohan nasional Surabaya telah menerapkan teknologi pengolahan sampah modern seperti gasifikasi yang diterapkan di PSEL Benowo.

Nantinya melalui bantuan danantara teknologi pengolahan sampah di PSEL Benowo akan diperbarui menggunakan insinerasi setelah tahun 2032. Teknologi insinerasi merupakan teknologi pengolahan sampah terbaru yang lebih tamah lingkungan.

“Karena insinerasi ini adalah teknologi yang terbarukan, kan gasifikasi sudah agak lama (usang) ini,” jelas Eri, Rabu (8/10/2025).

Lebih lanjut, teknologi insinerasi dinilai lebih rendah residu oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH), daripada menggunakan gasifikasi.

Eri Cahyadi: Pemkot Kurangi Residu

Meskipun masih menggunakan gasifikasi, Pemkot Surabaya akan terus berinovasi untuk mengurangi residu yang dihasilkan dari pengolahan sampah di PSEL Benowo. Salah satunya, lanjut dia, hasil residu pengolahan sampah tersebut akan diolah menjadi minyak, fleece.

“Sedangkan (residu) pencemaran udara, itu dicek oleh Kementerian LH, sehingga ada standarnya. Karena itu lah Menteri LH tidak mensyaratkan dan tidak memperbolehkan insinerator, karena hasil asapnya tadi pembuangannya itu melebihi ambang batas yang ditetapkan,” tambahnya.

Namun dalam mewujudkan hal tersebut bukan berarti tidak memiliki tantangan, Kota Surabaya sendiri sebenarnya tidak terpilih sebagai daerah yang mendapatkan bantuan teknologi insinerasi dari Danantara.

Oleh sebab itu dirinya berharap agar pemerintah melalui danantara mau memberikan bantuan agar PSEL Benowo dapat dilengkapi dengan teknologi insinerasi.

“Untuk perpresnya (peraturan presiden) insinerasi ini ada di sepuluh kota selain Kota Surabaya ya, yang menghasilkan sampah 10 ton per hari. Nah, nanti setelah berakhir 2032, ya kita berharap menjadi bagian dari Danantara untuk menggunakan insinerasi,” pungkasnya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page