EP Swara Bergala Nostalgia oleh D.O.S.A, Napak Tilas Momen Penuh Duka di Negeri Ini

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2024 07 20 at 10.06.37 AM
EP Swara Bergala Nostalgia oleh D.O.S.A (Dok. Haum Entertainment)

Sragen, Kabarterdepan.com – D.O.S.A, Band Skramz asal Sragen Jawa Tengah kembali menunjukkan eksistensinya dalam kancah musik tanah air dengan merilis EP terbaru mereka bertajuk “SWARA BERGALA NOSTALGIA”.

Band yang hadir sejak 2014 ini terdiri dari Rendra Prihananto (vokalis), Rayhan Zidano (drummer), Adnan Aulia Rahim (gitaris), Yonanda Olga Aji Prasetya (bassis), dan Aditya Tri Wibowo (gitaris).

EP Swara Bergala Nostalgic menggali tema besar tentang bunyi post-rock yang membawa pendengar ke masa lalu, mengenang kesedihan mendalam, kematian, luka, dan duka.

Selain isu 65 dan isu sosial injustice lainnya, isu mental health mungkin masih tersentuh di sini, karena lagu-lagu D.O.S.A menjadi media penghubung bagi pendengar yang mengalami kegundahan jiwa, dengan harapan bisa menjadi teman atas kesendirian dan luapan kesedihan serta amarah mereka.

Format D.O.S.A tetap mengusung post-rock skramz dengan tambahan spoken word, namun kali ini ada juga bagian instrumental dan lagu tanpa spoken word untuk menjaga variasi dan mencegah kebosanan pendengar.

Proses pengerjaan EP ini memakan waktu dua bulan, dimulai dari awal April hingga Mei 2024. Rendra menjelaskan bahwa ada tantangan yang dihadapi, terutama pada proses take lead guitar yang harus diulang dua kali hingga mixing mastering ulang.

Itu semua karena ada penambahan riff lead gitar agar lebih padat. Dalam EP ini, aransemen D.O.S.A lebih variatif dengan banyak elemen tambahan yang membuatnya lebih catchy bagi pendengar.

D.O.S.A berharap EP Swara Bergala Nostalgic dapat mengajak pendengar untuk mengenang kembali masa lalu dengan segala kenangan dan emosinya, sekaligus menikmati perjalanan musikal yang mendalam dan penuh makna. EP Swara Bergala Nostalgic beredar pada 19 Juli 2024 di semua laman DSP dan via bandcamp Haum Entertainment.

Lirik Lagu Nostalgia – D.O.S.A

Mengingat adalah hal melelahkan

Menjaga dendam menggurat hayat

Mencipta riuh

Lirik Lagu Mula – D.O.S.A

Mula-mula

Aku berjalan di persimpangan jalan

Dengan kegelisahan seperti sepasang kekasih yang tak ada waktu untuk menyatu

Secepat hembusan nafas aku melihat

Sangat mesra dan menikmatinya

Menaklukan senyum

Membawa berita keindahan surga

Seakan-akan kesedihan itu menunggu mengisi hati

Seolah-olah mereka berlomba-lomba mempertaruhkan jiwa dan rasa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas

Dan aku balas

Akan aku balas tanpa tersiksa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas

Dan aku balas

Akan aku balas tanpa tersiksa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Pulanglah, tertawa dan pahamilah

Dendam atas kematian yang kau tertawakan

Akan aku balas tanpa tersisa

Lirik Lagu Sorrow – D.O.S.A

Aku tenggelam dalam ruang sunyi

Terjebak dalam gelap

Sunyi terjebak dalam gelap

Aku tenggelam dalam ruang

Sunyi terjebak dalam gelap

Sunyi terjebak dalam gelap

Aku tenggelam dalam ruang sunyi

Terjebak dalam gelap

Tanpa gemerlap

Perih, amarah,

Meluap kian menjadi api

Membakar ke relung hati

Takdir terlilit nadi

Hidup terasing dikubur mati

Perih, amarah, meluap

Kian menjadi api

Membakar ke relung hati

(*)

Artikel ini merupakan kiriman Akhmad Alfan Rahadi [Publicist and Copywriter Malang, Jawa Timur]

Responsive Images

You cannot copy content of this page