
Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Proses evakuasi mobil yang terjun di jalan umum kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) berlangsung dramatis, pasalnya ketiga korban yang merupakan satu keluarga itu terjepit bodi mobil yang berada di kedalaman sekitar 10 meter.
Petugas Polsek Ngoro dan Pam Obvit Samapta Polres Mojokerto dibantu warga sekitar berusaha mengevakuasi korban dengan alat seadanya.
Lokasi yang curam dan banyaknya tumbuhan rumput membuat akses jalan petugas dan ambulan sempat kesulitan.
Korban Hariyono (42) dan Badriya asal Dusun Ngelawang, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu akhirnya bisa di evakuasi setelah dua jam kemudian dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan luka di kaki dan kepala.
Sementara, ASW (6) puteranya yang turut berada di dalam mobil naas itu hanya mengalami luka di kaki bagian kanan dan telah dipulangkan.
Kasat Lantas Polres Mojokerto, Iptu Hariyazie, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden laka tunggal tersebut, menurut Kasat, kendaraan Toyota Innova Nopol N 1574 WO itu dikemudikan oleh Badriya yang merupakan istri dari Hariyono.
“Diduga belajar mengemudi, sehingga terposok kedalam bekas galian,” kata Kasat Rabu (1/4/2024) malam.
Kasat menambahkan, awalnya sekeluarga itu melintasi kawasan industri itu untuk membelajari Badriya mengemudi mobil dengan berkeliling dari arah selatan.
“Dari arah selatan ke utara, sesampainya ditempat kejadian pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya,” jelas Kasat.
Hingga akhirnya, laju kendaraan itu terjun bebas ke jurang yang merupakan bekas galian C dengan kedalaman sekitar 10 meter.
“Faktornya iduga karena kurang hati-hatinya atau lalainya pengemudi mobil,” terangnya.
Masih kata Kasat, kedua korban di evakuasi ke rumah sakit Mawaddah Ngoro dan dr Soekandar Mojosari untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Korban mengalami cidera di kepala dan kaki,” pungkasnya (*)
