Ditinggal Anak Kandungnya, Lansia Asal Lumajang Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos Mojokerto

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 06 26 at 10.16.26 AM
Kondisi korban saat tergeletak di dalam kamar kos. (Redaksi Kabar Terdepan)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Suasana duka menyelimuti sebuah kamar kos di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, seorang wanita lansia ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kos, Rabu (25/6/2025) malam.

Diketahui, korban bernama Susiati (62), warga asal Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Susiati ditemukan tak bernyawa di atas kasur lantai kamar kos yang ia tempati bersama cucunya. Mirisnya, ia diduga ditelantarkan oleh anak kandungnya sendiri yang sudah tak terlihat batang hidungnya sejak sepekan terakhir.

Pendamping TKSK Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Luluk Mulyaningsi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari pemilik kos terkait kondisi korban.

“Saat ditemukan, beliau sudah dalam kondisi lemas. Beberapa hari sebelumnya juga tidak makan. Anak kandungnya tidak diketahui keberadaannya dan saat dihubungi tidak bisa,” ungkap Luluk saat ditemui di lokasi.

Menurut Luluk, korban meninggal dunia diduga sekitar satu jam sebelum ditemukan. Saat itu, ia hanya ditemani cucunya berinisial A (15) yang kesehariannya menjadi pengamen dan tidak bersekolah.

“Di kamar itu beliau hanya tinggal bersama cucunya yang bernama Andika, usia 15 tahun,” tambahnya.

Kisah memilukan ini makin menyesakkan ketika warga sekitar dan aparat desa mengungkap bahwa sebelumnya korban tinggal bersama anaknya, Titin Sumiati.

Kepala Dusun Tambakrejo, Suci saat dikonfirmasi mengatakan, Titin pergi tanpa kabar dan membawa seluruh barangnya, termasuk sempat mengatakan akan pindah ke wilayah Pacet.

“Katanya mau pindahan, tapi tetangga kanan kamar ini bilang bahwa mbahnya (Susiati) masih ada di kamar,” tuturnya.

Padahal, lanjut Suci, Susiati baru saja pulang dari rumah sakit karena menderita stroke dan dalam kondisi tidak bisa mandiri.

“Jam 1 siang, cucunya datang untuk merawat neneknya sampai hari ini. Ya, sudah tujuh hari tinggal di sini,” imbuhnya.

Meski bukan warga asli Gayaman, kepedulian warga sekitar begitu besar. Mereka bahu-membahu memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan jenazah Susiati sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Lumajang.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Kabupaten Mojokerto untuk dimakamkan di Desa Pulo, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Responsive Images

You cannot copy content of this page