Dishub Kota Yogyakarta Bakal Pakai GOR Amongrogo Tampung Kendaraan Wisatawan saat Libur Lebaran

Avatar of Redaksi
IMG 20250317 WA0155
Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho saat ditemui di ruang pantau ATCS, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, Senin (17/3/2025). (Hadid Husaini/kabarterdepan.com) 

Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta berencana akan memanfaatkan GOR Amongrogo sebagai tempat parkir insidentil saat menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur lebaran Idul Fitri 1446 H.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan karena adanya kepadatan kendaraan yang ingin menuju arah Malioboro melalui jalur Abu Bakar Ali.

Pihaknya berupaya untuk mencari solusi dengan menyiapkan kantong parkir yang bisa menampung kendaraan dalam jumlah banyak seperti lapangan GOR Amongrogo.

“Kendala (kepadatan saat lebaran) pasti ada terutama lokasi parkir. Kami sudah komunikasi dengan pemangku kepentingan dalam hal ini Disdikpora DIY untuk memanfaatkan GOR Amongrogo sebagai lokasi parkir insidentil,” katanya saat diwawancarai wartawan, Senin (17/3/2025).

Dishub akan melakukan berbagai upaya menggunakan sistem yang lebih efektif. Dirinya menyampaikan akan menyediakan Shuttle bus untuk memfasilitasi wisatawan dari lokasi parkir ke titik wisata.

Agus menyebut  metode tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu susah mencari lokasi parkir di area Malioboro sehingga menyebabkan kemacetan.

Terkait dengan manajemen lalu lintas, Dishub telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Yogyakarta untuk memetakan sejumlah titik potensi kepadatan lalu lintas.

“Kami dengan kasat lantas semalam koordinasi terus nantinya menyusun operasi tentang manajemen lalu lintas tidak hanya di ring 2 Malioboro tapi juga ring 2 seperti simpang Kridosono,” katanya.

Dari pemetaan yang dilakukan beberapa titik kemacetan di sekitar simpang Kridosono antara lain simpang 3 SMP 5 dan Telkom dan simpang Kridosono Legend.

Untuk itu, pihaknya berencana pengaturan lalu lintas akan dilakukan pengaturan menggunakan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Portable agar tidak terjadi penumpukan di jalur ring 2 menuju Malioboro.

Hal tersebut menurutnya cukup efektif mengurai kemacetan. “Orang beraktifitas di Malioboro itu (akses) ring 2 nya kan di jalan Gadjah Mada jalan Suprapto kalau barat itu yang kami identifikasi betul,” katanya.

Agus menyampaikan, terkait arus mudik lebaran, Kota Yogyakarta tidak sepadat wilayah lainnya seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kendati begitu, pihaknya mengantisipasi arus kendaraan dari luar Yogyakarta pada hari kedua setelah lebaran dimana banyak wisatawan yang akan berkunjung.

Dibukanya tol secara fungsional Yogya-Solo juga akan menjadikan masyarakat antusias untuk berwisata di Yogyakarta. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Sleman terkait skrining kendaraan yang masuk melalui tol.

“Kami  juga berkoordinasi dengan Dishub Sleman untuk melihat exit tol fungsional Tamanmartani,” katanya. (Hadid Husaini).

Responsive Images

You cannot copy content of this page