Dishub Jatim Ungkap Proyek LRT Gerbang Kertasusila Masih Tahap Diskusi dengan Inggris

Avatar of Redaksi
LRT
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono saat di konfirmasi awak media. (Husni Habib/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com – Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim), Nyono menjelaskan program transportasi publik Light Rapid Transit (LRT) yang dicanangkan pemerintah pusat untuk wilayah Gerbang Kertasusila hingga saat ini masih dalam tahap diskusi dengan Pemerintah Inggris.

Pihak Pemerintah Inggris melalui duta besarnya telah menyatakan dukungan konkret untuk transformasi transportasi publik di Jawa Timur, khususnya di wilayah Surabaya Raya.

“Dari Kedubes Inggris telah meminta kami untuk berkunjung ke sana, bersama dengan tim dari pemerintah pusat guna mendiskusikan pengembangan transportasi publik di Gerbang Kertasusila,” kata Nyono saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Dirinya menambahkan diskusi tersebut penting agar ada kesamaan pandangan antar stakeholder yang terlibat dalam pembangunan LRT seperti Bappenas, DJKA, Kementerian Perhubungan dan juga Pemerintah Inggris.

LRT Hubungkan Gerbang Kertasusila

WhatsApp Image 2026 02 10 at 1.25.40 PM

Pembangunan LRT di Surabaya Raya direncanakan menghubungkan Kota Surabaya dengan Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan, dengan target beroperasi pada 2027.

“Pembangunan LRT dari barat ke timur kemudian dari utara ke selatan, Stasiun Gubeng sampai ke Juanda ini sudah ada Feasibility Study nya (FS). Dan sudah diserah terimakan kepada Ibu Gubernur,” tambahnya.

Dirinya berharap semoga program LRT ini bisa segera mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat, agar program pengembangan transportasi publik ini bisa segera terealisasi.

Program strategis dibidang transportasi publik ini dipandang sangat strategis, mengingat posisi Kota Surabaya yang menjadi pusat ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

“Kami berupaya mengintegrasikan program ini kepada Bappenas agar dapat segera terealisasi. Persetujuan pemerintah pusat sangat diperlukan agar kita bisa mendapat pinjaman dari pemerintah Inggris,” pungkasnya. (Husni Habib)

Responsive Images

You cannot copy content of this page