
Sragen, kabarterdepan.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen menyebutkan Backbone data pokok pendidikan per 02 Januari 2025 jumlah siswa yang diusulkan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 208.919 siswa.
Angka itu terdiri dari pendidikan KB/TK/TPA/RA sebanyak 29.276 siswa. Pendidikan dasar SD/MI berjumlah 82.585 siswa. Pendidikan Menengah pertama SMP/MTs ada 46.066 siswa dan SMA/SMK/MA terdapat 44.547 siswa. Sementara PKBM/SLB dan Pondok Pesantren berjumlah 4.545 siswa/santri.
“Data itu hasil dari Backbone dapodik siswa Dinas Pendidikan Kabupaten, Provinsi dan Kemenag,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Sukisno kepada kabarterdepan.com, Selasa (6/1/2024) siang.
Dikatakan Kisno, di dalam progam MBG ini, Dinas Pendidikan hanya sebagai penerima manfaat, saat ini hanya sebatas menyediakan data siswa saja. Selanjutnya pihak Dinas belum berani melakukan sosialisasi program itu kepada sekolah.
“Sebelumnya, sudah ada rapat Kodim 0725/Sragen dengan Dinas. Namun fungsi kita hanya menyediakan data saja, mulai data siswa, hingga data lokasi sekolah yang ada dimasing-masing desa/Kecamatan,” katanya.
Soal pelaksanaan MBG, sambung Kisno, Dinas belum memikirkan apalagi melakukan sosialisasi disetiap sekolah, Hal itu dikarenakan pihaknya belum menerima petunjuk teknis (Juknis) resmi dari Badan Gizi Nasional.
“Tentang pelaksanaan, tugas dan fungsi Dinas dan sekolah belum diketahui karena kita belum mendapat Juknisnya,” ujarnya.
Meskipun begitu, pihaknya berharap, nantinya seluruh stock holder dapat dilibatkan sesuai dengan fungsinya masing-masing dalam membantu terselenggaranya penyaluran program makan bergizi gratis nanti.
“Sebagai penerima manfaat, kita juga pengen tahu apa yang harus kami lakukan untuk membantu program MBG tersebut,” tandasnya.
Sebelumya, pemberian program MBG di Kabupaten Sragen yang semestinya mulai disalurkan pada Senin 6 Januari 2025 diketahui batal diselenggarakan, lantaran tekendala anggaran yang belum diturunkan.
“Rencananya, program MBG yang dikomandoi Kodim 0725/Sragen tersebut diperkirakan akan mulai dilakukan pada pekan mendatang,” Mengulang pernyataan Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol (Inf) Ricky Yulianto Wuwung kepada media, Senin (6/1/2025).
Tentang dapur sehat di Sragen Dandim Ricky Yulianto menyatakan bahwa persiapan dapur sehat atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk program MBG beberapa diantaranya kesiapannya telah mencapai 99,9 persen.
“Sementara, pelaksanaan hanya menunggu anggaran dari Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Ricky mengatakan, nantinya anggaran program MBG sebesar Rp15.000 per orang, dengan perincian Rp10.000 untuk makanan dan Rp5.000 untuk operasional dapur.
Menurutnya, MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden, telah dikoordinasikan dengan Sekretariat Daerah (Setda) dan melibatkan berbagai dinas, pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
“Nantinya, disetiap kecamatan di Kabupaten Sragen akan memiliki dapur atau SPPG untuk melayani penerima manfaat program MBG,” jelasnya.
“Tak hanya siswa, program MBG akan mencakup juga balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, MBG akan disalurkan melalui posyandu atau puskesmas di sekitar SPPG,” imbuhnya. (Masrikin)
