Direktur Shell Mengundurkan Diri, Perusahaan Umumkan Restrukturisasi Kepemimpinan

Avatar of Redaksi
IMG 20250306 WA0021
Potret SPBU Shell. (Website Shell / Kabarterdepan.com)

Nasional, Kabarterdepan.com – Shell plc mengonfirmasi bahwa Zoe Yujnovich, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Gas Terpadu dan Hulu, akan resmi meninggalkan perusahaan pada 31 Maret 2025.

Keputusan ini menandai akhir dari lebih dari sepuluh tahun kontribusinya di perusahaan energi global tersebut.

Sebagai bagian dari restrukturisasi kepemimpinan, Shell menunjuk Cederic Cremers sebagai Presiden Gas Terpadu dan Peter Costello sebagai Presiden Hulu, dengan keduanya dijadwalkan mulai bertugas pada 1 April 2025.

Sebagai bagian dari perubahan organisasi, seluruh pemimpin komite eksekutif Shell akan menggunakan gelar “Presiden” menggantikan istilah “Direktur” yang digunakan sebelumnya.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Shell dalam meningkatkan efisiensi operasionalnya. CEO Shell, Wael Sawan, menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir perusahaan telah mencapai kemajuan yang signifikan, termasuk memperkuat stabilitas bisnis, mengelola portofolio secara lebih aktif, dan menyederhanakan proses operasional.

“Maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai fase transformasi berikutnya. Ke depannya, kami akan mengurangi struktur kepemimpinan tertinggi kami, yang bisa mencerminkan tiga bidang utama nilai bisnis – Gas Terpadu; Hulu; dan Hilir, Energi Terbarukan serta Solusi Energi, sekaligus juga meningkatkan Perdagangan dan Pasokan,” ujar Sawan dilansir dari pernyataan resminya, Kamis (6/3/2025).

Dengan perubahan ini, Shell berharap dapat mempercepat pencapaian target strategisnya dan memperkuat daya saingnya di industri energi global. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page