
Bantul, kabarterdepan.com – Dinas Sosial (Dinsos) DIY memastikan Dua Sekolah Rakyat jenjang menengah atas yang berada di Sonosewu, Bantul dan Purwomartani, Sleman bisa memulai tahun ajaran 2024/2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih. Ia menyampaikan dari dua lokasi tersebut menampung sebanyak 275 murid yang terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Meskipun diperuntukkan bagi pelajar dengan ekonomi miskin, disebutnya Sekolah Rakyat tetap merupakan sekolah unggulan dengan fasilitas yang memadai.
“Tentunya Sekolah Rakyat ini sekolah unggulan, tentunya berasrama berbeda dengan yang reguler,” katanya saat diwawancarai wartawan di Sonosewu, Bantul, DIY, Sabtu (28/6/2025).
“Anak diharapkan bisa merubah perilaku mindset boleh secara ekonomi tidak mampu, tapi secara mental mereka orang-orang hebat. Maka di SR ini memang mereka digali tentang skill nya,” imbuhnya.
Selain itu, yang membedakan dengan sekolah reguler pada umumnya adalah di Sekolah Rakyat mengutamakan pendidikan karakter.
“Maka pendidikan karakter supaya mereka merubah mental,merubah perilaku, merubah cara pandang,” katanya.
Meskipun sistemnya berbeda, ia menyampaikan para siswa nantinya tetap mendapatkan meta pelajaran umum. Lulusan Sekolah Rakyat nantinya diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan agar bisa memiliki standar hidup yang lebih baik.
Disebutnya, saat ini Sekolah Rakyat baru bisa diselenggarakan di 2 lokasi di DIY yang berlokasi di aset milik Kementerian Sosial (Kemensos).
“Ke depan akan lebih banyak lagi, karena seperti yang diharapkan Presiden dan Kementerian Sosial bahwa daerah harus minimal 1 sekolah rakyat di provinsi dan kabupaten kota maka baru berproses semaunya, kita mengawali baru 2 (Sekolah Rakyat),” katanya. (Hadid Husaini)
