
Kota Bekasi, Kabarterdepan.com – Kembali viral, video dugaan pelarangan ibadah yang diposting oleh Abu Janda melalui akun instagram miliknya @permadiaktivis2, Minggu (22/9/2024).
Kali ini, video dugaan pelarangan ibadah GMIM Trinitas Bekasi ini dilakukan oleh seorang ASN, Ir Hj Masriwati yang juga menjabat sebagai Kabid Pemasaran Disparbud Kota Bekasi.
Dalam video viral yang berdurasi 28 detik itu, Masriwati berteriak, izinnya tidak ada. Lalu dari pihak GMIM pun mengatakan, istri bapak yang mengganggu kami. Ibadah itu hak kita lho. Kemudian, Masriwati kembali menimpali, ya tapi bukan tempatnya. Tempat ibadah itu harus ada izin, harus ada izin. Berdoa harus izin, aduh. Bapak memfasilitasi orang yang intoleran. Tak terima, Masriwati kembali berteriak, tempat tinggal tidak ada izin, orang gila aja berhenti, izinnya tidak ada.
Video yang diposting oleh Abu Janda ini telah ditonton hingga 568 ribu kali, disukai 21,3 ribu kali, mendapatkan 8.377 komentar dan dibagikan sebanyak 2.248 kali. Dalam narasinya, Abu Janda memohon atensi dari Pemkot Bekasi dan Pj Wali Kota Bekasi.
“Mohon atensi @pemkot_bekasi dan pak wali @pjwalikotabekasi 🙏🏻akan INTOLERANSI yang melarang tetangganya berdoa di rumahnya sendiri. KejadianKejadian jam 11 siang tadi di perumnas 2 bekasi, Jl. Siput Raya No 102 Bekasi Selatan. HARUS DIPAHAMI menurut SKB 2 Menteri Bab 1 Pasal 3 berdoa di rumah tidak perlu izin (yang perlu izin itu mendirikan gereja). Berdoa tidak perlu izin siapa pun, dan tidak ada siapa pun berhak menolak karenahak kebebasan beribadah dilindungi oleh undang-undang. Mohon ditertibkan oknum ASN intoleran ini.. Apakah pantas menjadi ASN orang yang sangat tidak pancasilais seperti ini,” tulis Abu Janda dalam caption video pelarangan ibadah di Bekasi Selatan ini.

Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad menanggapi video viral Abu Janda melalui akun instagramnya @pjwalikotabekasi.
“Terkait hal tersebut, kami akan segera menindaklanjuti aduan-aduan yang diterima dengan terlebih dahulu mendengar dari para pihak yang terkait mengenai duduk perkara yang sebenarnya dan pastinya kami akan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam menyelesaikan masalah ini. Terima kasih atas atensinya dan dalam waktu cepat akan kami tuntaskan,” ujar akun instagram @pjwalikotbekasi yang mendapatkan 198 balasan.
Sementara itu, Sekretaris Jemaat GMIM Trinitas Bekasi , Kevin Kamagi mengatakan, sebelum pihaknya beribadah di rumah salah seorang jemaat, Johnny Jacob Lalamentik yang disewa oleh Pendeta Maria C Mambu sudah membuat surat perjanjian sewa, yang mengetahui Ketua RT 03 Willy dan Ketua RW 06 Widi Kurniawan.
“Awalnya tidak ada masalah, namun kemudian dengan dalih parkir yang mengganggu, seorang ibu yang juga ASN, Masriwati ini pun protes ke Ketua RT sehingga akhirnya ada pelarangan ibadah di rumah Johnny Jacob Lalamentik yang kami sewa,” ungkap Kevin Kamagi yang juga Ketua Komisi Pemuda dan Remaja ini.
Meski tidak menutup jalan, Kevin menuturkan, pihaknya pun mengambil inisiatif untuk memasukkan semua motor ke dalam halaman rumah. Hanya ada 1 mobil yang diparkir di depan rumah dan itu tidak mengganggu mobilitas jalan.
“Setelah parkiran kami rapikan, sekarang kami tetap dilarang beribadah dengan dalih tidak mempunyai izin. Padahal, dalam surat perjanjian yang mengetahui dan ditandatangani oleh Ketua RT dan RW setempat disebutkan bahwa rumah di Jalan Siput Raya Nomor 102 Perumnas II Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan itu akan digunakan untuk kegiatan ibadah,” ungkap Kevin kepada redaksi kabarterdepan.com sembari menunjukkan bukti perjanjian sewa rumah.
Namun, tadi pagi oknum ASN, Masriwati itu datang untuk memprovokasi warga dan melarang beribadah. Sekitar 5 warga sekitar berada di depan rumah yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah.
“Masriwati mengajak 5 orang warga untuk melarang kami beribadah dengan dalih tidak ada izin. Oknum ASN Masriwati dan seorang ibu yang memakai jilbabberteriak di depan rumah yang kami gunakan , ini bukan tempat ibadah, ini rumah orang. Kejadiannya itu sekitar pukul 09.55. Tetapi, yang dalam video itu kejadiannya setelah ibadah, sekitar pukul 11.30,” beber Kevin.
Hingga berita ini ditayangkan, Redaksi Kabarterdepan.com mencoba melakukan konfirmasi melalui akun instagram pribadi miliknya, @massriwatimassriwati, namun tidak mendapatkan tanggapan. Bahkan, saat ini akun instagram tersebut diduga ditutup, karena tidak ditemukan. (*)
