7 SMA dan 1 SKB Raih Juara Program Digital Skills di Jatim

Avatar of Jurnalis: Ano
Screenshot 20240822 225839 Gallery
Juara 1 Aplikasi Web SMAN 1 Kandangan Kediri dan juara 2 SKB Negeri Surabaya bersama Kepala Perwakilan Unicef Jawa Arie Rukmantara (tengah), Suhaeni Kudus dan M Zainul Asrori (kanan).(Ano/Kabarterdepan.com)

Surabaya, Kabarterdepan.com- Sebanyak 7  SMA dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) meraih juara dalam Program Digital Skills, setelah menyisihkan 133 SMA se-Jawa Timur. Penyerahan penghargaan kategori produk digital dan non-digital itu dilakukan di Demo Day 21st Century Skills & Digital Skills, Hotel Ibis Surabaya, Kamis (22/8/2024).

Kategori produk digital, Aplikasi Web, juara 1 diraih SMAN Kandangan Kediri dengan produk SKATA web berbagi cerita, juara 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri Surabaya dengan produk Main Yuk.

Screenshot 20240822 214701 Gallery
Siswi SMAN 1 Karas Magetan mengoperasikan Summersible Controller untuk mengatur pengairan sawah. (Ano/Kabarterdepan.com)

Untuk juara Aplikasi Mobile Android, juara 1 SMAN 1 Tegaldlimo Banyuwangi (Si Cakep Administrasi Desa), juara 2 SMAN 1 Pilangkenceng (Si Jempol Aplikasi Penjemput Sampah Online).

Untuk Aplikasi Elektronika dan Internet of Things (IOT), juara 1 direbut SMAN 1 Karas Magetan (Summersible Controller Pengatur Pengairan Sawah), juara 2 SMAN 1 Widodaren Ngawi (Smart Fish Fond Pemberi makan ikan otomatis).

Sedangkan kategori non-digital
SMAN 1 Saradan Madiun meraih penghargaan Digitalisasi Pelatihan Terbaik. Sedangkan SMAN 1 Turen Malang menyandang penghargaan Digitalisasi Produk.

Digelar Bootcamp
Sebelum digelar Demo Day, sebanyak 20 tim yang terpilih dari 133 sekolah se-Jawa Timur mengikuti bootcamp selama 2 hari. Mereka mempresentasikan karya terbaiknya.

“Saat bootcamp selama 2 hari kemarin, ide-ide solusi digital yang ada itu diperdalam dan diperkuat oleh mentor,” ujar M.Zainul Asrori, Project Director Program Digital Skills, Kamis (22/8/2024).

Mereka mempersiapkan Demo Day ini sangat matang. Sebelum tampil, mereka dibimbing para mentor, salah satunya dari Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) agar produk yang dibuat layak diaplikasikan.

Para siswa dibekali keterampilan dan pelatihan tambahan seperti cara presentasi baik, pendalaman IOT, web desain, dan aplikasi mobile.

“Di Demo Day ini dari 20 tim terpilih, diseleksi lagi menjadi 6 tim yang memiliki produk digital terbaik dan 2 tim non-digital,” jelas Dosen Fisika ITS itu.

Arie Rukmantara bersama Steve Scott meninjau stan SKB Negeri Surabaya.(ano/kabarterdepan)
Arie Rukmantara bersama Konjen Australia Steve Scott meninjau stan SKB Negeri Surabaya (Ano/ Kabarterdepan.com)

Acara Demo Day diawali dengan peninjauan stan yang memamerkan karya produk non-digital. Siswa SKB Negeri Surabaya memamerkan cara membuat kaos lewat digital printing dengan merk Kaos Kaoz.

Kepala Perwakilan Unicef Jawa Arie Rukmantara menyerahkan kaos karya siswa SKB bertuliskan Unicef for Every Child itu kepada Konsul Jenderal (Konjen) Australia Steve Scott.”Saya pesan kaos untuk peringatan Hari Anak ya,” ujar Arie didampingi Kabid SMA Dinas Pendidikan Jatim Suhartatik.

Stan lainnya, SMA Turen, Malang memamerkan aplikasi Mieprahijau untuk penanggulangan sampah,
Mieprabaca (untuk pinjam buku), Pie Kuns (produk pie sukun), dan Course path smanere (cek kepribadian).

Fotografi Wedding
Sedangkan stan SMAN 1 Saradan, Madiun menampilkan ketrampilan fotografi wedding, produk IOT berupa replika lift, dan kincir angin. “Dari pendapatan fotografi hingga Rp 35 juta dan bisa membangun foto studio,” ujar Fajar Baskoro, Program Development Digital Skills.

Sebagai informasi Digital Skills merupakan program yang diprakarsai ITS bersama Unicef dan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk melatih siswa-siswi SMA se-Jawa Timur agar memiliki kemampuan digital memadai.

Menariknya, program Digital Skills ini komposisinya diikuti 60 persen perempuan dan 40 persen laki-laki.
Tubagus Arie Rukmantara mengungkap program ini menyasar lebih besar anak perempuan Karena menurut data, mereka memiliki potensi kehilangan pekerjaan lebih tinggi dibanding laki-laki sejak adanya transformasi digital.

“Kami juga harus membekali kaum remaja perempuan dengan keterampilan digital dan Science, Technology, Engineering and Mathematic (STEM) agar tetap kompetitif, bersaing di masa depan,” ujar Arie.

Pada program ini, siswa-siswi bersinergi untuk menciptakan produk digital terbaik yang dipamerkan dalam pagelaran Demo Day.

Tidak hanya dipresentasikan, produk digital ini benar-benar akan diwujudkan sebagai karya mereka selama mengikuti Program Digital Skills.

Libatkan 4.742 Siswa
Selama tahun 2023-2024, sebanyak 4.742 siswa dari 133 sekolah dan 10 sekolah non-formal meliputi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berpartisipasi dalam program ini.

Didampingi 250 mentor terlatih dari sekolah masing-masing dan 77 mitra dunia usaha serta industri, mereka mengembangkan 811 ide solusi digital dan 170 produk telah siap e-katalog.

Selain itu, ada ratusan produk digital yang berhasil diciptakan. 359 aplikasi website, 192 aplikasi mobile, dan 20 aplikasi IOT. Bahkan, kini ada 1.622 mitra yang menerima manfaat dari produk digital para siswa.

Berkat program ini, 85% remaja percaya diri karena sudah menguasai keterampilan digital.
Karena itu, Unicef terus mendorong pemerintah, pemangku kepentingan dan kaum muda untuk bisa meningkatkan keterampilan abad ke-21.

Seperti keterampilan berpikir kritis fokus ke pemecahan masalah, komunikasi, negosiasi, bekerja sama, self-management, kemandirian, resilience, pendidikan digital, dan kewirausahaan.

“Untuk itu, Unicef berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah Jawa Timur dalam menyediakan konten pembelajaran abad-21, meningkatkan kapasitas guru, dan mempersempit kesenjangan gender pada keterampilan STEM,” tutup Arie.(*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page