
Jember, kabarterdepan.com-
Dance Sport masih menjadi cabang olahraga (cabor) oleh Koni Jember menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX yang akan digelar di Malang Raya, 30 Juni 2025 mendatang.
Meskipun pengurus Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI) Jember ini baru 4 tahun berdiri, namun sejumlah prestasi di level Jawa Timur sudah diraih. Seperti pada multi event olahraga dua tahunan yakni Porprov Jatim VI di Jember 2023 yang sukses meraih tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Selanjutnya pada Porprov Jatim 2024 di Kota Mojokerto, cabor dance sport Jember menyumbang lima medali. Perinciannya, dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Silva Dwi Lestari ketua Pengkab IODI Jember, menyampaikan, menghadapi Porprov IX Jatim di Malang Raya pihaknya sudah melakukan penjaringan atlet pada Bulan Nopember 2024 pada kejuaraan piala Bupati Jember.
“Dari 80 peserta yang ikut berpartisipasi, kita dapatkan 12 peserta terbaik yang memiliki skill untuk dapatkan latihan,” ungkapnya, Sabtu (5/4/2025).
“Selanjutnya dari 12 Atlet tersebut kita seleksi lagi untuk menjaring yang terbaik yang kita persiapkan berlatih di puslatcab Koni Jember menghadapi Porprov jatim edisi 2025.” iimbuhnya.
Disinggung tentang peluang medali pada Porprov Jatim di Malang, pihaknya tetap optimis dari Cabor dance sport bisa kembali unjuk gigi
“Target kami pertahankan 2 medali emas, mengingat atlet peraih peraih medali emas masih bisa tampil lagi di Porprov di Malang,” terang Silva.
Untuk diketahui ketua IODI Silva Dwi Lestari belum lama ini mendapat reward 3 juta rupiah dari Pemkab Jember atas dedikasinya membawa Dance Sport dan line dance meraih medali emas di Forda Jatim 2 Surabaya. Reward itu diserahkan langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait.
Sementara Edi Budi Susilo Kadispora Jember menyampaikan adanya kebijakan dari Pemerintah pusat untuk efisiensi Anggaran akan berdampak pada Amggaran Porprov untuk kontingen Jember.
“Yang semula kita amggarkan Rp 5,6 miliar kena efisiensi tinggal sekitar Tp 2,6 miliar, dengan asumsi jumlah Atlet plus oficial 205 orang,” tukasnya.
“Jadi kami mohon untuk Koni Jember untuk menyesuaikan jumlah atlet dan official,” kata Edi Budi Susilo. Lana)
