
Jombang, Kabarterdepan.com – Seorang pria yang mengaku sebagai intel diduga mencuri handphone milik pedagang es teh di Desa Tambakberas, Kecamatan Jombang, Jawa Timur.
Pelaku yang beraksi seorang diri itu kini tengah diburu polisi, setelah korban mengungkap ciri-cirinya secara detail.
Korban bernama Mei Aulia (19), menceritakan kejadian itu bermula saat ia sedang melayani pembeli. Pelaku datang membeli es teh layaknya pelanggan biasa. Namun, tak lama kemudian pria itu mulai mengobrol dan mengaku tengah menangani kasus begal.
Pelaku bahkan pura-pura menerima telepon dan menyebut baru saja menangkap pelaku kejahatan lainnya.
“Habis itu dia cerita kalau dia itu intel habis menangkap begal,” ucap Mei saat dikonfirmasi, pada Senin (24/11/2025).
Aksi Penipuan hingga Pelaku Kabur Membawa Ponsel Milik Pedagang Es Teh
Setelah membangun kepercayaan, pria tersebut meminta izin meminjam kamera. Mei menolak karena tidak memiliki kamera, namun pelaku terus mendesak.
“Dia terus mendesak gitu, saya tolak tapi terus didesak,” kata Mei.
Pelaku kemudian mengarahkan percakapan ke handphone milik Mei. Saat korban menunjukkan ponselnya yang disebut tidak bisa digunakan karena memori penuh, pelaku langsung mengambilnya dan kabur menggunakan sepeda motor Honda Beat.
“Saya kejar sampai lampu merah Sambong, tapi sudah tidak kelihatan,” ujarnya.

Ciri-Ciri Terduga Pelaku
Mei menyebut pelaku memiliki ciri-ciri sebagai berikut, Pria berusia di atas 40 tahun, bertubuh agak gemuk, berkulit sawo matang, mengenakan baju lengan panjang, memakai kacamata hitam, menggunakan helm Honda model lama, mengendarai motor Honda Beat
Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta.
“Saya rugi sekitar Rp 2,5 juta. Semoga pelakunya segera tertangkap,” pungkasnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dan kini sedang melakukan pendalaman.
“Yang pasti kami tetap mengimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya,” jelasnya.
Ia memastikan polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Jadi sementara kita dalami dulu, dan kemudian kami laksanakan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. (Karimatul Maslahah)
