
Kota Mojokerto, KabarTerdepan.com– Hujan deras yang mengguyur Kota Mojokerto, Jumat (6/12/2024) mengakibatkan sejumlah daerah mengalami banjir.
Setidaknya 3 kelurahan di Kota Mojokerto mengalami banjir, yakni Kelurahan Prajurit Kulon, Kelurahan Mentikan, dan Kelurahan Blooto. Banjir tersebut terjadi pada Sabtu (7/12/2024) dini hari.
Debit air di area persawahan dan sungai tinggi hingga air meluap dan merendam permukiman warga. Diperkirakan ada sekitar 288 Kepala Keluarga yang terdampak oleh bencana banjir.
“Sebanyak 288 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi dan mengalami kerugian akibat bencana ini,” ujar Ahmad Kurniawan BPBD Jawa Timur, Sabtu (7/12/2024) malam.
Pihak BPBD Jawa Timur kemudian melakukan langkah penyedotan air
“Kami berusaha agar pada hari ini juga air sudah mulai surut, sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Ujar,” papar Ahmad Kurniawan.
Sementara iti untuk membantu warga yang terdampak, dapur umum telah didirikan, dan para relawan turun langsung untuk menyiapkan makanan bagi para korban banjir.
“Kami sudah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makanan warga yang terdampak banjir. Kami juga terus menerima donasi untuk membantu korban yang membutuhkan bantuan,” ujar Slamet, salah seorang relawan.
M. Ali Kuncoro, Penjabat Wali Kota Mojokerto, juga turun langsung ke lokasi yang terdampak banjir untuk memastikan bahwa masyarakat yang terimbas dapat segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.
“Kami memastikan warga yang terdampak banjir segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Bantuan logistik, makanan, dan dukungan lainnya sedang kami siapkan untuk meringankan beban mereka,” kata M. Ali Kuncoro.
Dalam penanganan banjir ini, Pemerintah Kota Mojokerto bersama dengan berbagai instansi terkait melakukan upaya untuk mengatasi genangan air.
“Penanganan banjir ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar genangan air dapat segera surut. Kami sedang melakukan penyedotan air dan mengalirkannya ke sungai besar,” jelas M. Ali Kuncoro.
Selain itu, berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial, BAZNAS, serta para relawan dari Tagana, terus berupaya membantu daerah yang terdampak banjir.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial dan BAZNAS untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh warga yang terdampak. Namun, berdasarkan laporan terakhir, kami berharap besok adalah hari terakhir bagi pendistribusian makanan pagi,” terangnya.
Ali Kuncoro menegaskan Pemkot Mojokerto tetap siaga, sebab musim penghujan diperkirakan masih akan berlangsung selama 2 hingga 3 bulan ke depan.
“Yang terpenting adalah kami hadir di setiap permasalahan yang dihadapi warga dan terus mencari solusi untuk meringankan beban mereka,” tutupnya. (Innka)
