
Surabaya, Kabarterdepan.com – Dalam menghadapi tantangan komunikasi publik era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus berupaya memperkuat peran pengelola media sosial pemerintah melalui kegiatan Cerdas Digital (Cerdiq).
Mengusung tema “Cepat dan Tanggap Merespon Aspirasi Netizen”, kegiatan yang berlangsung secara daring ini menyasar admin media sosial perangkat daerah se-Jawa Timur sebagai garda depan dalam membangun hubungan yang responsif dan konstruktif dengan masyarakat, Selasa (10/6/2025) lalu.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber Imanuel C. Lamoa, Partner Manager Government and Social Impact Meta Indonesia, serta Shinta Henti Saputra, Co-founder Good News From Indonesia, yang membagikan wawasan strategis terkait pengelolaan komunikasi digital yang aman, etis, dan berdampak.
Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, dalam sambutannya menekankan bahwa media sosial bukan lagi sekadar saluran informasi, tetapi telah menjadi ruang utama dialog publik, tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, kritik, bahkan harapan terhadap kinerja pemerintah.
“Admin media sosial kini memegang peran vital sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Mereka bukan hanya pengelola konten, tetapi juga penjaga reputasi, penyambung empati, dan penentu arah narasi publik,” ujarnya.
Sherlita menegaskan pentingnya kepekaan sosial, kecepatan respons, dan kemampuan membangun dialog yang produktif dalam pengelolaan akun pemerintah.
Oleh sebab itu, kegiatan Cerdiq hadir sebagai upaya meningkatkan kapasitas SDM komunikasi publik agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat ekosistem digital yang sehat dan inklusif.
Melalui pelatihan ini, para admin diajak untuk meningkatkan literasi digital, memahami etika komunikasi, dan membangun narasi berbasis data serta empati.
Kolaborasi dengan platform global seperti Meta dan praktisi komunikasi lokal menjadi strategi penting untuk mengantisipasi ancaman disinformasi dan menjaga kepercayaan publik.
Dalam sesi pemaparannya, Imanuel C. Lamoa membagikan sejumlah tips praktis dalam menjaga interaksi aman di platform Meta, termasuk penggunaan fitur comment ranking, profanity filter, serta comment moderation.
Ia juga menekankan pentingnya two-factor authentication dan pemeriksaan keamanan rutin sebagai langkah preventif terhadap peretasan.
Sementara itu, Shinta Henti Saputra memaparkan tujuh prinsip etika komunikasi digital, antara lain kejujuran, penghormatan terhadap privasi dan hak cipta, empati, serta tanggung jawab dalam penyebaran informasi.
Prinsip-prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam menciptakan komunikasi yang sehat dan membangun kepercayaan publik.
Kegiatan Cerdiq ini tidak hanya menjadi ruang belajar teknis, tetapi juga forum berbagi praktik terbaik dan penguatan jejaring antaradmin pemerintah daerah.
Komitmen untuk menghadirkan komunikasi publik yang cepat, tanggap, dan beretika menjadi fondasi penting bagi keberhasilan transformasi digital birokrasi. (ADV)
