
Surabaya, Kabarterdepan.com — Menjelang peringatan Suroan dan Suran Agung yang jatuh pada Jumat (27/6/2025) besok, Polda Jawa Timur mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah potensi konflik antar perguruan silat yang kerap terjadi di momentum tersebut.
Polda Jatim mengimbau seluruh perguruan silat di wilayahnya untuk menaati Maklumat Aman Suro 2025, sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama peringatan berlangsung.
Guna memperkuat pengawasan dan deteksi dini, Direktorat Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jatim mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai security assessor, yaitu petugas yang melakukan penilaian terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tugasnya.
“Ada tiga output yang kita harapkan. Pertama, kita bisa memetakan desa yang masuk kategori aman, kurang aman, dan tidak aman,” ujar Direktur Binmas Polda Jatim Kombes Pol Lafri Prasetyono, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, pemetaan ini penting sebagai dasar mitigasi. Jika suatu daerah dinilai rawan atau kurang aman, maka keterlibatan dan intensitas kehadiran Bhabinkamtibmas akan ditingkatkan secara signifikan di wilayah tersebut.
“Di Jawa Timur perguruan silat cukup banyak sehingga dengan melihat Kamseltibmas utamanya dalam waktu yang dekat ini, tanggal 27 besok sudah Satu Suro, para Kasatbimas kita berikan penekanan-penekanan,” lanjut Kombes Lafri.
Ia menambahkan, para Bhabinkamtibmas di tingkat desa akan bersinergi dengan perangkat desa, Babinsa, tokoh masyarakat, dan terutama para Satgas PAM yang dimiliki masing-masing perguruan pencak silat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana yang kondusif selama peringatan berlangsung. (Riris*)
